Jika Tuhan itu Ada, Dia ada Di mana?

Seperti virus influenza, virus itu memang ada. Tetapi dimana virus itu bermukim di tubuh kita? Tanpa alat bantu indra seperti mikroskop, kita tidak akan pernah mengetahui lokasinya.

Merk Samsung, Apple, Microsoft dan lainnya tentu dapat diketahui dimana lokasi pabriknya, siapa yang menjadi tukang desain, siapa yang merakit dan lain-lain. Mengapa? Karena informasi itu memang disediakan dan memang diperlukan bagi setiap pengguna barang.

Situasi yang berbeda terjadi pada diri manusia. Kita tidak diberikan informasi yang tepat tentang tempat Tuhan berada. Ada yang berkata Dia ada di atas langit ke tujuh. Ada yang berkata ada di setiap hati manusia. Tentu saja Tuhan mempunyai alasan kuat mengenai “alamat rumahNya”. Al Quran menegaskan jika Tuhan bersemayam di langit. Di Arsy. Dan penegasan itu adalah bagian dari sebuah keyakinan atau iman. Bukan untuk dibuktikan secara empiris atau fisik. Sedangkan kita memahami jika Tuhan itu Maha Suci dari dimensi ruang dan waktu, sehingga akan ada perdebatan panjang tak kunjung henti tentang perkara ini. Dalam tulisan ini, saya tidak bermaksud mengurai makna kata istiwa. 

Nalar manusia dan budi pekerti merupakan anugerah luar biasa untuk mengetahui alamatNya. Artinya kita tidak perlu mengerahkan segenap panca indra untuk mendeteksi lokasiNya. Sederhananya begini, jika Apple memutuskan untuk merahasiakan nama pemiliknya, apakah setiap orang termasuk karyawan Apple dapat mengetahui nama orangnya? Apakah dapat mengenali bentuk tubuhnya? Apakah dapat mengetahui dimana ia tinggal?

Karena tingkat nalar dan budi pekerti (batiniah) yang berbeda, maka setiap orang akan mempunyai kesimpulan akhir yang berbeda. Setiap orang akan menempatkan pendapatnya sebagai jawaban yang terbaik. Lalu, segala perbedaan itu akan diselesaikan melalui agama atau tanpa agama. 

Artinya begini, bagi Muslim tentu ia akan menyerahkan jawaban itu pada keimanan tentang kehidupan yang abadi. Mungkin rekan yang beragama lain juga berpendapat kurang lebihnya seperti itu. Bagi yang tidak percaya pun/tidak beragama boleh jadi akan menjawab semua adalah omong kosong.

ndas_peang

Jika anda bertanya mengenai jawaban saya, maka saya jawab :

Di mana Tuhan berada itu bukan urusan saya. Karena kekuasaanNya dapat dilihat pada setiap benda yang ada di alam semesta. Selain itu, saya juga tidak dibekali kemampuan untuk dapat mengetahui alamat rumahNya. Dalam hal ini, saya  tidak ingin terkungkung dalam arti harafiah bahwa Tuhan berada di langit. Karena boleh jadi, langit hanya menjadi sebuah simbol tentang kesempurnaan, ketinggian dan kebesaran serta kemuliaan. Ada dua pertanyaan yang sempat menggelitik :

  1. Di mana Tuhan ketika Ia belum menciptakan makhlukNya termasuk surga dan neraka?
  2. Di mana Tuhan ketika episode neraka dan surga telah dimulai?

Tuhan mempunyai keunikan dan misteri yang sangat dahsyat. Tuhan berbeda dengan pabrik-pabrik yang ada di muka bumi. Kekonyolan logika beberapa orang akan bertanya di langit yang mana tepatnya Tuhan berada. Dan diatas itu semua, Tuhan tidak dapat diganggu gugat dengan segala keputusanNya.

 

Demikianlah. Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: