Sebuah Tempat Ibadah

Semua itu bagaimana niatnya..

Masjid, gereja, pura dan tempat2 ibadah yg lain jika dimanfaatkan sebagai tempat maksiat ya jadilah ia sebagai tempat maksiat..

Apabila kita berdzikir di tengah lokalisasi, di kerumunan pasar atau diskotek ya jadilah hati itu sebagai tempat ibadah..

20180114_14_31_16

Dan jika diskotek serta bangsanya dijadikan masjid ya berubahlah mereka sebagai tempat ibadah..

Tempat ibadah adalah ruangan hampa, yang memberinya warna adalah hati manusia..yang memberinya ruh adalah perilaku manusia..yang menjadikannya hidup adalah ruh manusia yang selalu ingat Penciptanya..

images_1515915403773

Tanpa perlu khawatir karena yakin akan penjagaan Sang Pencipta dan kekuatan hati, tidak akan ada tempat yang dapat merubah manusia. Jika kita ijinkan maksiat singgah sejenak di dalam hati, selamanya anda akan teringat. Dan mungkin tergoda untuk mengulang.

Ketika kita menganggap diri kita sebagai orang alim, maka sebenarnya kita adalah ahli maksiat..

Ketika kita menempatkan diri sebagai penuntut ilmu, maka tidak sewajarnya kita menilai buruk orang lain..

Demikianlah. Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: