Bondan – Bara di Borobudur 9

Dalam kesempatan  itu, ia mengingat kembali kasih sayang yang dicurahkan Ki Swandanu kepadanya. Semasa ia digendong di atas kedua bahu orang kepercayaan Resi Gajahyana, saat ia belajar menunggang kuda bersama Ki Swandanu dan banyak lagi yang terlintas dalam diri Bondan tentang masa lalunya.

Ki Swandanu lalu melanjutkan, ”Memang benar seperti yang dikatakan angger Bondan. Semenjak kehadiran beberapa orang asing di tengah-tengah lingkaran Ki Juru Manyuran, suasana Pajang mengalami perubahan yang cukup berbahaya. Agaknya mereka berasal dari tanah seberang. Cara mereka berbicara dan berpakaian nampaknya mereka berasal dari negeri yang sama dengan orang-orang yang pernah bergabung dengan Ra Dyan Wijaya.”

Kemudian Ki Hanggapati menambahkan, ”Mereka berjumlah lebih dari lima orang. Diantara mereka, sekitar empat orang mempunyai ilmu yang sangat tinggi. Menurut kabar yang dibawa oleh pengamat dari Pajang, mereka telah bergabung menjadi satu kelompok. Tentu saja itu akan menambah kekuatan mereka. Pengamat dari Pajang juga mengatakan jika beberapa kelompok telah membuka satu perkampungan di lereng sebelah barat gunung Merbabu. Mereka berjalan melingkari gunung Merbabu dalam jumlah yang sangat besar.”

“Ditambah dengan beberapa kelompok yang berjumlah kecil, menurut pengamat Pajang, mungkin mereka sekarang berjumlah sekitar seribu orang,” Ki Swandanu menambahkan.

Sebenarnyalah mereka berlima belum tiba pada akhir pembicaraan ketika matahari telah bergulir melewati garis tengah langit. Seorang perempuan setengah baya membawa jamuan makan siang ke pendapa.

“Silahkan dinikmati dulu. Sambil kita lanjutkan pembicaraan ini. Sementara bahan-bahan yang diperoleh dari Ki Swandanu dan Ki Hanggapati belum dapat dikatakan cukup untuk memberi arah bagi Bondan selanjutnya,” Nyi Retno sembari mempersilahkan orang-orang untuk menikmati hidangan yang tersaji.

Nyi Retno berkata lagi, ”Kita kesampingkan dulu permasalahan Pajang dan kekuatan baru yang dikabarkan begitu kuat. Saya ingin mengatakan tentang satu hal.

Saya telah lama menunggu kabar dari Angling Dhyaksa. Kabar yang akan melegakan hati saya sebagai orang yang telah mendampingi Bondan dalam kurun waktu setahun ini. Saya berharap, seperti harapan Resi Gajahyana dan banyak orang lainnya, bahwa tidak akan terjadi hal buruk bila saat itu tiba.”

Orang-orang tidak keberatan dengan permintaan Nyi Retno, mereka segera melakukan pembicaraan yang terkait dengan peristiwa lain yang tidak kalah mendesak. Satu urusan yang benar-benar menempatkan Bondan sebagai pusat peristiwa.

Demikianlah kemudian orang-orang yang berada di pendapa melakukan pembahasan dengan segala keakraban, mereka sudah saling mengenal sejak waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan