Kidung Wit Asem

Liris : Jack Sparrow ber-KTP Surabaya

JOKO SEPURO.

Ombak meliuk-liuk bagaikan penari ular. Menghantam kapal dengan diiringi suara jeritan petir. Angin bertiup kencang, menerpa layar perahu yang berkibar. Di depan tampak gemerlap cahaya sebuah pulau.

Sang nahkoda berharap dapat menepikan kapalnya sebelum hujan turun. Kapten bajak laut penakluk samudera. Dia adalah Jack Sparrow. Laki-laki gagah, berbrewok dan masih bujang.

“Aku harus bisa sampai di pulau itu, atau kapalku akan tergulung ombak,” ucap Jack Sparrow.

Dengan kemampuannya Jack berhasil menepikan kapal. Berlabuh di sebuah pulau nan subur dan hijau.

“Kebetulan sekali persediaan makan habis, sebaiknya sekarang aku istirahat dulu agar besok bisa membajak pulau ini.” Jack sudah membayangkan hasil kebun melimpah dari pulau yang dia singgahi.

Jack terlelap dengan mimpi. Hingga dia tak menyadari bahwa hujan mulai turun. Sebuah kapal berlabuh di sisi kapal Jack.

Seorang pelaut turun dari kapal tersebut. Mengenakan baju kebanggaan dan bertopi. Di mulutnya tampak pipa rokok mengeluarkan asap.

“Kulo nuwun, wonten sinten ten mriki?” teriak pelaut tersebut.

Jack terperanjat. Dia meraih pedang yang tergeletak disampingnya.

“Siapa kamu?” tanya Jack.

“Ngapunten.” kata si Pelaut.

“Nggak usah kromo, aku nggak iso. Kon sopo?” Jack mengulangi pertanyaannya.

“Perkenalkan, aku Popeye si pelaut. Kebetulan ombak tinggi, badai dan hujan sepertinya akan datang jadi aku berlabuh,” jawab Popeye sangat sopan.

Jack menatap sosok wanita di belakang Popeye yang ketakutan. Tangannya tetap waspada dengan memegang pangkal pedang. Sebagai bajak laut, Jack tidak boleh lengah. Karena yang tampak baik belum tentu seperti apa yang terlihat.

“Anda siapa? Dan dari mana Ki Sanak?” tanya Popeye.

“Aku Jack Sparrow. Orang biasa memanggilku Jack si bajak laut,” jawab Jack lantang.

“Aku harap kita dapat berteman, karena sebagai pelaut aku tidak memiliki cukup harta untuk kau rampok.” Popeye membetulkan pipa rokoknya.

Jack terdiam. Meresapi kata-kata Popeye. Menurutnya betul juga, membajak hanya membuat hidup tidak tenang. Dia mulai berfikir untuk hidup lebih baik lagi dan bertaubat.

Suara guntur masih sesekali terdengar. Hujan mulai turun disertai angin. Jack berlari ke arah gubuk yang ada tak jauh dari tempatnya berdiri. Begitupun Popeye dan Olive kekasihnya.

Olive tampak kedinginan. Dan Popeye berusaha menghangatkan tubuh Olive dengan memeluknya. Jack yang ada disamping mereka merasa risih menyaksikan pemandangan tersebut. Namun tak mampu dipungkiri, dia mulai berniat mencari seorang kekasih. Agar hidupnya tak lagi sendiri.

******

Pagi itu sang surya dengan gagah memanasi bumi. Olive yang sudah bangun terlebih dahulu telah meyiapkan kopi dan pisang rebus untuk Jack dan Popeye.

Jack menggeliat dari peraduannya. Aroma kopi tubruk dan pisang rebus membangunkan cacing-cacing di perut. Ini adalah sesuatu yang baru, karena biasanya dia selalu menyiapkan semuanya sendiri.

“Kamu sudah bangun?” sapa Olive.

Ternyata di luar Popeye telah lebih dahulu bangun. Jack melihat Popeye sedang berjemur sekaligus melakukan beberapa gerakan ringan.

“Pagi, bagaimana tidurmu?” sapa Popeye.

“Nyenyak, bagaimana kamu?” Jack Sparrow ganti bertanya.

“Nyenyak juga, apa rencanamu hari ini?”

Jack terdiam sesaat. Gejolak batinnya mulai beradu. Bagaimana mungkin pelaut dan bajak laut bisa serukun ini.

“Aku harus mencari persediaan bahan makanan untuk lanjut berlayar,” jawab Jack.

“Ada pasar di ujung kampung sana, komunikasilah dengan bahasa jawa, agar dapat harga murah.” Popeye sepertinya begitu mengenal pulau ini.

Jack berjalan menuju arah pasar sesuai petunjuk Popeye. Dan dia baru sadar kalau tidak memiliki uang. Akhir-akhir ini sepi sekali kapal yang bisa dibajak. Mungkin dampak dari bulan suro, dimana beberapa masyarakat jawa masih meyakini bahwa bulan suro adalah bulan mistis.

Dia akhirnya sampai di pasar. Begitu banyak hasil bumi dan laut yang dijual disana. Niatan untuk membajak yang semula telah terencana seketika sirna. Jack merasakan damai di tanah jawa. Dimana beberapa orangnya sangat ramah, meski mereka merasa aneh dengan pakaian Jack.

Brak!

“Sepurane.” Jack menabrak seorang gadis.

“Gak po po Cak, aku yo meleng,” jawab gadis tersebut.

“Jack, aku jack.” Jack memperkenalkan diri gugup.

“Kulo Sri, Cak. Sri ipat ipit ipatonah idal idul idalinah teng.” Sri memperkenalkan diri malu-malu.

Jack diam menyimak nama Sri yang begitu panjang. Sebagai laki-laki normal dia mulai menaruh rasa tertarik pada Sri yang memilik wajah ayu khas gadis Jawa. Sejak pertemuannya itu Jack dan Sri menjalin hubungan. Jack memutuskan untuk tinggal di pulau tersebut. Dan berniat memperistri Sri.

Jack dan Popeye kini bersahabat. Mereka memutuskan mencari rezeki di darat. Dengan sisa pundi-pundi yang mereka gabungkan, mereka membeli sebuah kendaraan. Untuk dijadikan angkutan umum. Dan mereka memutuskan membeli sebuah bus yang diberinama Tayo.

Sore itu sepulang bekerja, Jack dan Popeye begitu tampak bahagia menemui Sri dan Olive. Jack berniat melamar Sri.

“Sampun mantuk ta Cak, kulo damelaken kopi riyen,” ucap Sri.

“Ojo legi-legi yo Dek,” pinta Jack

Kopi pun telah siap dinikmati. Jack tampak begitu menikmati kopi buatan Sri. Dengan ekspresi memejamkan mata membuat si pembuat bahagia karena minumannya berarti disukai.

“Untung awakmu manis Dek. Iki mau uyah ta?” tanya Jack.

“Enggih Cak. Lha terose ampun legi, yo kulo paringi uyah,” jawab Sri tanpa dosa.

Jack hanya terdiam. Dalam batinnya “untung kowe ayu”. Sore itu dengan salah tingkah Jack mengungkapkan niatnya memperistri Sri.

“Dek, gelem ta dadi bojoku?” tanya Jack.

“Nggih purun to Cak, tapi kulo enten permintaan. Kersane Bapak setuju, nami Cak Jack digantos, terus salino klambi,” pinta Sri.

“Ganti opo Dek apike?” Jack menatap ke atas mencoba berfikir.

“Joko Sepuro mawon, pertama ketemu riyen panjenengan lak nyuwun sepuro pas nabrak kulo,” jawab Sri berbinar.

Akhirnya mereka sepakat dengan nama baru Jack. Dan segera mempersiapkan pernikahan dengan bantuan Popeye dan Olive.

Surabaya, 13 September 2019

-VinnoLya Kandow-

#KepakSayapangsa
#Prosaliris
#JackSparrow
#Perayaan1Suro
#Padepokanwitasem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *