Kidung Wit Asem

Puisi : Bersembunyi di Bawah Benderang

Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar.

Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat.

Lalu sampai kapan pekat itu sanggup membenamkan kata-kata itu
Sementara waktu tak pernah bersabar dengan engganku

Aku sedang rindu, rasa ingin yang berdesakkan
Mengalirkan semua raga aksara dalam cerita

Tapi kapan harus bermula sedangkan benderang dan pekat terus bergerak jauh

Meninggalkanku dalam kebekuan

 

Karya bersama Tuty Sri Hartuti

2 thoughts on “Puisi : Bersembunyi di Bawah Benderang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *