Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 9

Perasaan lurah prajurit tergetar hebat melihat perubahan yang terjadi pada diri Toh Kuning. Betapa seorang anak muda yang bermanis muka ketika berbicara dengannya, kini telah berubah menjadi serigala haus darah. Sekujur tubuh Toh Kuning yang basah oleh darah dan bercampur keringat di bawah timpa remang cahaya menimbulkan kengerian bagi orang yang melihatnya. Senyum  ramah dan hangat dari Toh Kuning telah beralih menjadi seringai yang ganas, tatap mata itu milik dewa kematian.

Lurah prajurit tidak dapat membiarkan Toh Kuning mengembangkan olah geraknya, meskipun ia tahu jika Toh Kuning berkelahi setengah hati pada mulanya tetapi lurah prajurit telah melihat sendiri keganasan pengikut Ki Ranu Welang.  Dalam kesempatan itu lurah prajurit mendapat kesempatan untuk mengatur untuk meloncat mendahului Toh Kuning.

Senjata lurah prajurit itu merupakan senjata yang berbahaya. Senjatanya adalah sebatang pedang yang mempunyai gerigi tajam di bagian punggungnya sehingga pedang itu benar-benar mengerikan. Pedang lurah prajurit berputar dan terayun dengan dahsyat. Setiap sabetan pedang selalu diikuti desing angin  yang mendengung keras sehingga dapat dibayangkan betapa besar tenaga lurah prajurit Kediri itu.

Namun lawan yang dihadapinya adalah Toh Kuning, seorang saudara seperguruan Ken Arok, yang mempunyai ilmu setingkat dengan Ken Arok dan telah mendapat pengakuan dari gurunya untuk memberi pelajaran pada cantrik-cantrik dengan tingkatan dibawahnya. Sehingga dengan tangkas dan cekatan, Toh Kuning telah menjadi lawan berat bagi lurah prajurit. Keris ditangannya seperti mempunyai ribuan mata. Keris itu seperti mengetahui setiap lubang pada dinding pertahanan lurah prajurit.

Pertempuran antara keduanya menjadi semakin hebat dan dahsyat. Dengan cepat keduanya telah sampai pada puncak ilmu masing-masing sehingga kedua orang itu telah tenggelam dalam perhatian untuk mengembangkan arus serangan dan benteng bertahan. Lurah prajurit tampaknya sudah tidak terpengaruh dengan keadaan kawan-kawannya. Betapa pun ia merasa sangat marah karena kekejaman lawan-lawannya akan tetapi ia menyadari jika kemarahannya itu tidak akan dapat menghidupkan prajurit yang telah terbunuh.

Oleh karena itu, lurah prajurit menumpahkan seluruh perasaannya dalam olah gerak yang berbahaya dan mematikan. Ia tidak ingin hilang dalam keseimbangan meskipun akan berakhir dengan kematiannya. Maka kali ini dengan segenap tenaga dan kecepatannya ia menumpahkan segala yang tersisa.

Tetapi Toh Kuning sejauh ini masih dapat mengimbangi lurah prajurit. Ia adalah pemuda yang lincah dan tangkas serta mempunyai kelebihan nalar. Seringkali Toh Kuning menambahkan sendiri gerakan yang tidak diajarkan oleh gurunya dalam bagian-bagian tertentu dari ilmu perburuan Purna Bidaran. Berkali-kali lurah prajurit mengeluarkan seruan tertahan karena ia terkejut dengan olah gerak Toh Kuning yang dirasanya sangat aneh dan membingungkan. Anak muda yang lincah dan cekatan. Geraknya kadang-kadang terasa aneh dan membingungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *