Padepokan Witasem
Celoteh Wit Asem

(Anasem-Analisa Witasem) Pertanyaan untuk Pak Presiden dan Kapolri

Sejak Petersem diberangus, hampir setiap jengkal tanah di negara ini tersentuh oleh pembangunan.

Mau bukti? Coba mikir pendek, Petersem beroperasi belasan puluhan tahun tapi Papua masih miskin. Jalan juga masih terbuat dari lumpur dan debu. Apakah anda punya dalil kuat jika dana Petersem mengalir membangun Papua? Minahasa? Sumba? Atau anda terjangkit virus Java sentris?

Yang masih tersimpan rapi dalam akar wit asem adalah transkrip rekaman pembicaraan antara makasem, predisem dan rizem. Jelas disebutkan disitu bahwa Jokowi akan lengser jika berani bumi hanguskan Petersem. Yang terjadi justru Petersemnya tenggelam.

kata-bijak-jawa-datan-serik-lamun-ketaman-datan-susah-lamun-kelangan

Intinya jangan ulangi kesalahan yang tidak pernah dilakukan seekor kambing. Begini, dengan tidak ada subsidi, tender terbuka maka kita punya ruang luas untuk mengejar yang tertinggal. Lalu, karena kita gagal berpikir objektif maka Garis Besar Haluan Negara akhirnya terabaikan.

Kita gagal berpikir dan bersikap jujur karena kita selalu mencari pembenaran atas pendapat kita. Sekalipun salah!

Berpikir secara jujur akan membantu bangsa ini bergerak maju. Saya tidak berkultus individu. Saya menulis karena makmum pada nilai dan moral baik.

Sekalipun saya berpendapat penolakan terhadap Jokowi itu hanya sebuah alasan pembenaran yang dimainkan dengan dana besar, tetapi saya tidak akan sungkan kritik atau bertanya.

Kalau anda berteman dan mengenal seseorang selama 15 tahun, apa masih kesulitan mencari keberadaan teman anda? Jadi, kepada Bapak Presiden Indonesia, Kapolri dan Kejagung RI, saya kok ingin tanya anda semua :

Bagaimana kemajuan pencarian orang ini?

Anasem pendek dari wit asem.

Related posts

Leave a Comment