Blog

Ki Cendhala Geni – 2

Serabut merah menggelayut di langit senja Trowulan. Beberapa rumah mulai memperlihatkan gemerlap pelita kecil. Malu-malu debu jalanan menyapa setiap derap langkah yang melintasinya. Bondan Lelana mengayunkan langkah kaki ke rumah Sela Anggara. Dalam ayunan langkahnya itu Bondan Lelana merasakan perasaan bersalah karena peristiwa siang tadi di tepi Sungai Brantas. Dia berpikir bahwa jika saja dia... Continue Reading →

Featured post

Sinopsis Ki Cendhala Geni

Bondan Lelana, begitulah nama pemeran utama dalam serial silat Bondan Lelana. Sebuah kisah fiksi yang diangkat dengan latar belakang sejarah Kerajaan Majapahit di masa pemerintahan Sri Jayanegara. Mendalami olah kanuragan di daerah yang dikenal dengan nama Pengging atau Pajang di bawah asuhan seorang resi yang bernama Gajahyana. Setelah usianya beranjak dewasa, ia pergi ke arah... Continue Reading →

Featured post

Bara di Borobudur 6

Ki Banyak Abang menatap lantai tempatnya berdiri. Berdebar hatinya menunggu apa yang akan dikatakan oleh Bhre Pajang. Hatinya berderap cepat seolah ia sedang berhadapan dengan pembunuh terburuk di kolong langit. Ia merasakan jika saja ada orang melihat senyum Bhre Pajang, hampir dapat dipastikan jika orang itu akan  bunuh diri. Ki Banyak Abang mengenal baik watak... Continue Reading →

Featured post

Sidang Gembluk Jonggring Witasem

Kahyangan Jonggring Witasem terlihat gelap dan suram. Lebih masuk lagi ke dalam yang terlihat malah suasana angker tapi menggelikan. Para raksasa dan pangeran kegelapan ternyata telah duduk di sekeliling meja dan bergurau. Jokasem yang menyelinap masuk hanya geleng-geleng kepala. “Ini gimana? Kok yang ngobrol cuma gigi-gigi yang lepaskan dari bibir,” Jokasem sedikit menahan tawa saat... Continue Reading →

Serat Ngruwat Kolor

pantun balasan tali kolor republik wit asem   Pak pres rep wit asem, terimakasih kritik, saran & paket tali kolornya. Kami memahami maksud pembatasan masa jabatan sesuai filosofi tali kolor. Kami bisa masuk d barisan para orang mulia & terhormat seperti ini tidak dengan mudah. Ada biaya tinggi saat berproses dari awal. Masa penjaringan, penggodokan... Continue Reading →

Panembahan Tanpa Bayangan – 7

Demikianlah kemudian mereka tiba di banjar pedukuhan. Ki Jagayaba sedikit berbincang sebentar dengan Kang Minto lalu ia berpamitan untuk kembali ke rumah. “Ki Winatra sekalian, aku tinggalkan kalian sementara ini dulu. Beberapa pengawal akan menemani kalian bermalam di banjar. Besok pagi-pagi aku akan mengirim orang untuk menjemput kalian datang ke rumahku,” kata Ki Jagayaba. “Terima... Continue Reading →

Cuplikan Ki Cendhala Geni – 12 (Pertarungan Gajah Mada di Kahuripan)

Pada malam yang sama di Kahuripan, Ki Srengganan menjadi murka mendengar laporan seorang pengawal yang mengatakan jika Ki Cendhala Geni telah meninggalkan kepatihan. Tangan kanannya terkepal dan nampak membara hingga pangkal siku. Bibirnya terkatup erat lalu ia bangkit dari tempatnya duduk dan berkata,”aku akan membunuhnya!” Kemudian ia berjalan keluar ruangan dan seorang pembantunya yang setia... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑