(Bondan Lelana) – Ki Cendhala Geni – 5

Keindahan alam yang dilewati mereka berdua serta kesejukan udara telah mengalihkan perhatian Bondan. Ken Banawa yang memahami semangat anak muda ini hanya menghela nafas. Dia mengetahui bahwa di Alas Cangkring ada orang linuwih yang pilih tanding. Ken Banawa sudah memperhitungkan resiko paling buruk karena jika dugaannya benar maka esok hari mungkin akan bertemu dengan Mpu... Continue Reading →

(Bondan Lelana) Ki Cendhala Geni – 4

  Ketika matahari mulai menggelincirkan ke barat, Bondan yang merasa sudah cukup beristirahat segera keluar dari rumah Sela Anggara. Dengan mengajak Gumilang Prakoso yang mahir dalam mengenali senjata, Bondan pun berencana melihat dari dekat kediaman Mantri Rukmasara. Dengan perjalanan kaki, kedua anak muda ini berbincang serius mengenai pembunuhan Mantri Rukmasara beserta putrinya. Gumilang Prakoso menduga... Continue Reading →

(Bondan Lelana) Ki Cendhala Geni – 3

  ”Ki sanak, siapapun dirimu, aku sama sekali tidak bermaksud mencampuri urusanmu. Aku hanya pengelana yang akan ke Trowulan” kata Bondan sambil meningkatkan serangan dengan ikat kepalanya disertai dengan pukulan yang bertubi-tubi bagaikan gulungan ombak di lautan. Bondan memutuskan untuk membalas serangan sambil menimbang kemungkinan untuk melepaskan diri dari Prana Sampar. Tak menyangka akan datangnya... Continue Reading →

(Fiksi Silat – Bondan Lelana) Ki Cendhala Geni – 2

“Setan” desis Prana Sampar geram. Seseorang telah tiba-tiba ada di dekatnya dan menyaksikan perkelahian yang berujung pada kematian seorang prajurit Majapahit. Tentu kematian ini akan mengguncangkan Trowulan dan dengan begitu dirinya akan diburu seluruh pasukan Majapahit sampai ujung langit. Satu-satunya jalan adalah menghilangkan jejaknya dengan membunuh Bondan. Mata Prana Sampar menatap tajam ke arah Bondan... Continue Reading →

(Fiksi Silat – Bondan Lelana) Ki Cendhala Geni – 1

  Awan tipis berarak seperti kabut putih yang perlahan terhembus angin pegunungan. Matahari yang mulai menghangatkan tubuh pun perlahan menanjak langit. Jalan setapak di tepi Sungai Brantas itu terlihat lengang dan terkadang tak jemu menerbangkan debu yang tertiup angin. Seorang lelaki muda yang berperawakan sedang dan tidak begitu berotot terlihat menyusuri jalan setapak yang lengang... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑