(Fiksi Horor) Dia yang Berkepala Terpisah

Pada kisah sebelumnya   Akhir Malam yang Panjang Suara ini mengerang panjang. Dari balik korden tempat sepasang mata ini melihat kejadian demi kejadian di rumah Pak Sardin, muncul sebuah wajah jelita berlumuran darah. Sepasang mata itu terkejut dan segera berlari menuju bagian dalam rumah. Wajah berdarah menembus jendela kaca dan mengejarnya. Sepasang mata ini segera bersembunyi di... Continue Reading →

(Fiksi Horor) Akhir Malam yang Panjang

  Pada kisah sebelumnya (Fiksi Horor) Lingsir Wengi Pak Sunar pun mengulang penjelasan yang diperolehnya dari Kyai Sogol. Bahwa syair lagu ini mungkin saja diubah tujuannya hingga akhirnya terkesan menyeramkan. Namun penjelasan pak Sunar ini tidak menghilangkan rasa ngeri pada kedua anak muda ini. Dan suara lelaki yang menembang itu juga semakin dekat. Pak Sunar mencoba... Continue Reading →

(fiksi horor) Lingsir Wengi

Pada kisah sebelumnya Pada Hari ke Empat Sosok ini bukan lagi nampak seperti bayangan yang sekilas. Tetapi secara utuh terlihat bentuknya, hanya saja mereka ini berada belakang sosok itu. Karena kabut yang tebal dan penerangan yang tidak memadai, mereka terkejut dengan penglihatan di depan mereka. Entah darimana datangnya sosok yang tiba-tiba berada di depan mereka. Sosok... Continue Reading →

(Fiksi Horor) Pada hari ke Empat

Kisah sebelumnya Bungkusan Bulat Itu Lantas Pak Lurah mempersilahkan semua orang untuk bubar dan meminta beberapa pemuda mengantarkan Mbok Wat pulang ke rumahnya. Malam itu juga, Kyai Sogol mengundang Pak Lurah ke padepokan untuk membahas masalah rumah ini. Pada hari ke empat. Keesokan harinya, sejumlah orang nampak berbincang ramai di depan warung Pak Sunar. Mereka ramai... Continue Reading →

(fiksi horor) Bungkusan Bulat Itu

Kisah sebelumnya  Teror Rumah Pak Sardin Hari-hari yang mencemaskan mulai menyelimuti setiap warga desa. Pada hari ketiga sejak terjadinya peristiwa di rumah pak Sardin, warga desa Sukodadi menyelenggarakan acara peringatan Isra Miraj. Acara ini telah direncanakan jauh hari sebelumnya, pak Lurah dan kyai Sogol pun tetap meyakinkan warga desa supaya tidak terpengaruh dengan kejadian beberapa... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑