Kegalauan Tiwul saat Kyai Mengusir Tuhan

"Iya, betul itu. Tiwul sedang galau dengan dirinya. Saya sendiri tidak tahu persis alasan Tiwul sih ya. Tapi begini, beberapa hari lalu, dia tanya sama saya : kang! Mengapa sih orang kok hidupnya di bumi? Lantas kujawab : Lha, terus maksud kamu itu bagaimana, Wul?" Owh, terus...terus..apa jawabnya, bos?" "Malah marah-marah dia, kak Emma eh... Continue Reading →

Iklan

(Kyai Sogol) Ridlo itu Bukan Imajinasi – 2

Karena kyai Sogol belum memberi penjelasan tentang kebanggaan, siang itu Badrun bertingkah seperti cowok kasmaran. Makan tak nyenyak, tidur pun tak enak. Hitamnya kopi terlihat seperti mata Sri. Panasnya cuaca terasa sejuk seperti melihat senyum Juwi. Owalah Drun, Badrun. Lha wong nyantri kok malah terbayang wajah 2 cewek bunga desa Sidowangi hehehe..Tapi tak apalah, itu... Continue Reading →

Ketika Kinclong Dituduh Bersekutu dengan Setan

Namaku Kriwul, usia sekitar ya beberapa tahun hijriah hahaha..pisss.. Lahir di sebuah dusun di lereng gunung. Saat ini mengaji  di Padepokan Similikithi yang diasuh Kyai Sogol. Begini, tadi saat perjalanan ke padepokan. Saya bertemu seseorang, sebut saja namanya Kinclong. Tidak banyak yang kami bicarakan wong namanya juga teman perjalanan. Hanya ada satu hal yang cukup... Continue Reading →

(Kyai Sogol) Ridlo itu Bukan Imajinasi

Sudrun membuka percakapan "Wak yai, sebagian ada orang berkata : yang kucari hanyalah ridlo Allah. Ini penjelasan bagaimana yai?" Badrun segera menimpali "Drun, Tidak ada yang salah dengan perkataan itu. Dan tak perlu ada koreksi maupun kritik untuk itu. Itu sudah benar. Ya sudahlah" "Hahahaha.." gelak tawa akrab bertiga orang ini menghangatkan suasana pagi nan indah... Continue Reading →

(Kyai Sogol) Skandal Secangkir Kopi dan Getas

Kyai Sogol meneruskan keterangannya. "Lalu aku berjalan menuju surga. Langkahku tertahan oleh seruan Ridwan, sang malaikat penjaga surga. Dia berkata," hai kamu, siapa nama?" " Fulan bin fulan" , jawabku. "Adakah kau tertera sebagai pemilik kamar?" Ridwan bertanya lagi. " Benar. Aku tertera sebagai orang beriman dan beramal baik" aku menegaskan. Lalu Ridwan membiarkanku masuk.... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑