Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 2

Ki Kebo Langit melihat sekeliling halaman rumah Ki Madyasta bagian dalam. Dalam kegelapan itu tidak tampak sesuatu yang mencurigakan dapat ditangkap oleh penglihatannya. Meski begitu, Ki Kebo Langit tetap menaruh kecurigaan yang cukup tinggi. Dalam hatinya, ia berkata,” bayangan yang aku lihat itu tadi bisa saja menyusup ke bagian dalam halaman. Dan tidak mungkin bayangan... Continue Reading →

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 1

Glagah Putih merayap mendekati gardu jaga, begitu pula Ki Ajar Gurawa. Kemampuan mereka menyerap bunyi telah cukup tinggi sehingga tidak ada suara yang terdengar para penjaga. Ki Ajar Gurawa menggamit Glagah Putih dan memberi isyarat untuk pergi meninggalkan gardu jaga. Keduanya surut perlahan lalu bangkit dan berjalan menuju dinding utara. Mereka meloncat dan segera bertelungkup... Continue Reading →

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 6

Sementara itu beberapa ratus tombak di sebelah barat alun-alun, kedua petugas sandi yang baru datang dari Mataram telah melakukan pengamatan di lingkungan mereka. Mereka menyewa rumah itu dari seorang penduduk selama beberapa bulan. Keduanya mengaku berasal dari Pegunungan Sewu dan sedang menjajagi kemungkinan untuk berdagang di Panaraga. Sejenak kemudian, Madyasta datang memasuki regol halaman dan... Continue Reading →

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 5

"Angger, kau sudah berada cukup jauh dalam melangkah di jelajah orang-orang berilmu tinggi dalam olah kanuragan. Selain ilmu kebal dan serangan melalui sorot mata, kini kau mampu mengolah watak panas menjadi. seperti cahaya matahari yang terhalang mendung," berkata Ki Waskita. Ki Jayaraga menambahkan kemudian," namun itu tidak berarti engkau tidak tak tertandingi. Mungkin ada satu... Continue Reading →

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 4

Sebenarnyalah Pangeran Ranapati telah kembali ke rumah yang ditinggalkannya. Sejenak ketika ia tiba di rumah yang disediakan Pangeran Jayaraga, utusan Mas Panji Wangsadrana telah memintanya untuk bertemu di pendapa kadipaten. Meski belum banyak dikenal oleh prajurit yang sedang bertugas jaga, Pangeran Ranapati tidak menemui kesulitan memasuki regol kadipaten karena ditemani oleh utusan Mas Panji Wangsadrana.... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑