Pengumuman : Tidak Melanjutkan ADBM

Sanak kadang,  kerabat dan handai taulan para pecinta Api di Bukit Menoreh.  Assalamu alaikum wa rahmatullah.  Semoga sejahtera selalu terlimpah bagi kita semua. Dengan sangat menyesal,  saya harus katakan bahwa serial Lanjutan Api di Bukit Menoreh harus berakhir pada jilid 398 – 6. Tak lain dan tak bukan,  satu-satunya alasan adalah terkait hak cipta atas suatu karya.  Saya harus hormati dan patuhi hukum yang berlaku. … Lanjutkan membaca Pengumuman : Tidak Melanjutkan ADBM

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 6

Ki Rangga Agung Sedayu dengan daya ingat sangat tajam segera membandingkan dengan keadaan pesanggrahan Poh Pitu di masa lalu. Terkenang olehnya sikap Ki Jayaraga yang tidak dapat menahan diri untuk segera membuka sumbatan. Karena air yang mengaliri sawah-sawah di Tanah Perdikan Menoreh dan sekitarnya telah  dibendung oleh orang-orang Ki Tumenggung Wirataruna, maka ia mendatangi pesanggrahan bersama-sama Ki Jayaraga dan beberapa orang Tanah Perdikan. Dalam peristiwa … Lanjutkan membaca Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 6

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 5

Kegelisahan mulai mencekam Ki Sanggabaya. Seandainya bukan karena tugas dan rencana yang telah disusun bersama dengan Ki Rangga Agung Sedayu, ia sudah barang tentu meninggalkan tempat itu. “Malam telah mendekati kedalaman. Ki Rangga Agung Sedayu juga belum menampakkan dirinya. Sampai kapan aku menunggunya? Jika aku menerobos pesanggrahan itu sendirian, tentu saja itu seperti menyalakan bara yang telah membara,” pikir Ki Lurah Sanggabaya kemudian,” baiklah, aku … Lanjutkan membaca Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 5

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 4

Ki Lurah Kertawirya memasuki halaman barak pasukan khusus yang cukup luas. Dengan langkah lebar dan cepat ia menuju bilik tempat Ki Rangga Agung Sedayu sedang menunggu dirinya.  Agung Sedayu mempersilahkan Ki Kertawirya untuk memasuki ruangan dan duduk di tempat seperti biasanya. “Apakah ki lurah mengalami kesulitan di tanah perdikan?” bertanya Ki Agung Sedayu beberapa saat setelah saling bertukar kata tentang keadaan masing-masing. “Tidak ki rangga. … Lanjutkan membaca Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 4

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 3

Pertemuan itu ditutup dengan beberapa pesan dari Ki Rangga Agung Sedayu kepada kedua lurah prajurit pilihannya. Kedua orang itu segera keluar dari bilik Ki Rangga Agung Sedayu. Kemudian bergegas menemui Ki Lurah Sanggabaya yang agaknya sedang melakukan penilaian terhadap latihan gelar yang dilaksanakan sejak pagi. Ki Lurah Kertawirya segera menggantikan tugas Ki Lurah Sanggabaya yang pergi memenuhi panggilan Agung Sedayu. Dalam pada itu, beberapa saat … Lanjutkan membaca Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 3