Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 33

Mpu Wisanata turut merasakan perbedaan dari lingkar perkelahian yang berada tidak jauh darinya. Sudut mata lelaki yang dulu pernah bergabung dengan Ki Saba Lintang ini menangkap pergerakan luar biasa dari Sayoga. Maka, kemudian orang-orang yang terlibat dalam pertempuran itu secara tidak sengaja menarik napas panjang bersamaan. Ya, mereka berharap Sayoga dapat menahan keseimbangan  atau setidaknya […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 32

Sesekali keduanya terpental beberapa langkah ke belakang setiap kali saling membenturkan tenaga. Pada satu kesempatan, tubuh Sayoga melenting dan berputar beberapa kali di udara, ia meluncur deras ke arah Ki Sarjuma seperti harimau menerkam mangsa tetapi dengan sigap lawannya meloncat ke samping sambil melepas satu pukulan keras menghantam bagian kepala Sayoga. Lelaki muda dari Kedawung […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 31

Hujan telah reda, semak dan rerumputan tampak berserak. Para pengawal Menoreh kembali menyusun barisan lebih rapi dan kuat. Mereka telah menerbitkan semangat bertempur lebih kuat dari sebelumnya.  Mereka mendengar ucapan lantang orang yang mereka tuakan. Mereka harus berbuat sesuatu untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Kekacauan yang terjadi di rumah Agung Sedayu dan sebuah pasar […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 30

Sayoga sadar bahaya yang mengintai para pengawal Menoreh. Ia mempunyai pilihan di tengah waktu yang terbatas. Namun itu tidak menjadi satu dalih baginya untuk melanjutkan perjalanan menemui Ki Argapati, Sayoga justru mengambil kesempatan untuk memperbaiki keadaannya. Empu Wisanata tentu dapat bertahan dari kebuasan orang-orang yang tidak mempunyai pendirian jelas ini, tetapi para pengawal? Mereka akan […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 29

Bentak nyaring Ki Sarjuma, yang merontokkan kekuatan Sayoga, menembus dataran yang ditumbuhi banyak pohon dan semak. Lengking suara yang serupa dengan Aji Gelap Ngampar menggapai pendengaran seorang dewa. “Perkelahian tidak seimbang ini harus dihentikan!” tiba-tiba satu suara datang menggelegar. Suara yang mengejutkan setiap binatang yang dilintasinya. Sebuah bayangan berkelebat sangat cepat, secepat sambaran petir, secara […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 28

Kita tinggalkan Swandaru dalam keadaan genting dan Agung Sedayu yang mulai pecah perhatiannya! Sayoga mendapat ruang bebas ketika Ki Malawi harus mengelakkan wajah demi mengelak terjangan tanah basah. Meski hanya segenggam namun berlambar tenaga inti Serat Waja. Ki Malawi tahu bahwa lontaran itu dapat menembus kulit wajahnya. Tekanan pada Sayoga mengendur, celah sempit ini ia […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 27

Seiring dengan terurainya cambuk Swandaru yang membelit salah satu senjata Ki Suladra, secara mendadak Ki Suladra menjulurkan tumitnya, melakukan gerakan memotong dari bawah ke atas, mengarah pada bagian kepala Swandaru. Ia seperti memang menunggu Swandaru  sedikit mengendurkan serangan! Nyaris bersamaan dengan tendangan menyilang, Ki Suladra masih mampu  menyusulkan satu serangan melalui mata rantainya. Swandaru harus […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 26

Ki Suladra lincah mengayun senjata dan menusuk Swandaru dari banyak arah. Meski tubuh Swandaru sedikit lebih gemuk tetapi itu tidak menghalanginya berloncatan menghindari serangan Ki Suladra. Melalui serangan yang teralirkan dari dua ujung senjatanya, Ki Suladra memang tidak banyak melakukan lecutan sandal pancing sehingga hal itu mengundang rasa penasaran Swandaru. Pergerakan lincah ujung senjata Ki […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 24

Dua orang dengan susah payah masih berusaha mengalahkan Swandaru. Rekan mereka tergolek di atas tanah, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain menggeliat kesakitan. Ki Suladra benar-benargusar dengan keadaan yang berubah dengan seketika. Ia tidak menyangka apabila ledakan yang berasal dari lingkar perkelahian Agung Sedayu sanggup mencapai tempat mereka berkelahi. Bahkan akibat benturan dua tenaga […]