Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 53

Ra Kayumas memberi perintah untuk pergi ketika dilihatnya sosok tubuh yang ia kenal telah pergi meninggalkan kapal induk. Ra Kayumas berada dalam jarak selemparan anak panah dari kapal Sultan Trenggana. Agaknya ia telah bersiap untuk mendukung Gagak Panji bila mengalami kesulitan. Namun segalanya tampak berjalan lancar seperti yang menjadi harapan Hyang Menak Gudra. Gagak Panji […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 52

“Mungkin ini adalah kelemahan kami karena Ki Rangga berada di pihak yang berbeda dengan kami,” Ki Lurah Sanggamurti menggelengkan kepala. “Tidak, Ki Lurah,” sahut Ki Rangga Gagak Panji,” Demak memiliki banyak senopati yang mempunyai kelebihan diatasku.” “Bukan masalah ketinggian ilmu yang aku maksudkan,” Ki Lurah menarik nafas panjang lantas,”Tetapi kemampuan untuk menjaga semangat para prajurit […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 51

“Kembalilah!” perintah Sultan Trenggana,” Katakan pada Menak Gudra dan Paman Tawang Balun bahwa ketika seseorang telah melangkah memasuki kapal sebenarnya ia telah berpikir jalan untuk pulang.” “Hamba tidak ingin melebihi kehendak Kanjeng Sultan untuk memberi arti dari ucapan itu.” “Katakan seperti yang aku katakan padamu.” Lalu Gagak Panji pun menghaturkan sembah hormat kemudian melangkah keluar […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 50

“ Aku tidak peduli!” sergah Gagak Panji. Tanpa sadar ia telah melumatkan kayu sandaran lengan. Kemudian ia berkata,” Seorang paman akan menjaga keponakannya dan bila perlu ia akan membicarakan perihal keponakannya secara langsung. Tetapi Paman telah menuduhku berusaha mengambil alih Demak tanpa bukti yang dapat diterima akal sehat. Paman menuduhku dengan anggapan dari Paman sendiri […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 49

“ Masuklah, pintu tidak terkunci!” perintah Sultan Trenggana dari dalam. Gagak Panji mendorong pelan dan sedikit bunyi berdecit ketika pintu bergeser. Kini ia telah berada di dalam ruangan yang tidak begitu besar. Sekilas ia melihat sebuah pembaringan kecil, tiga buah sebuah kursi dan meja. Bilik yang cukup sederhana bagi seorang pemimpin sebuah kerajaan. “ Gagak […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 48

Hyang Menak Gudra telah mendapat laporan mengenai kedatangan armada perang Demak yang dipimpin secara langsung oleh Sultan Trenggana. Setelah menimbang beberapa pendapat, ia bergegas menuju barak pasukan yang berada di pelabuhan. Rakryan Tumenggung Ra Kayumas, Ki Rangga Gagak Panji dan Mpu Badandan sedang memimpin pertemuan para senopati ketika Hyang Menak Gudra tiba memasuki ruangan. “ […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 47

Orang-orang berseru kaget, kecuali Ki Rangga Gagak Panji. Mereka mengulang kembali ucapan Mpu Badandan. Sejenak kegaduhan terjadi dalam ruangan yang berukuran sekitar lima puluh langkah kaki itu. Lalu Mpu Badandan meneruskan ucapannya,” Gagak Panji akan mendatangi mereka setelah mereka terlihat telah membuang sauh. Ia akan menemui Sultan Trenggana dan karena tidak mungkin bagi Demak untuk […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 46

Senja telah menapak garis pantai ketika matahari menyembunyikan sebagian wajahnya. Sultan Trenggana telah berada di dalam kapal yang berisi lima ratus orang. Sebuah kapal yang telah lengkap dengan senjata yang dapat mencapai jarak cukup jauh. Kemegahan Demak sangat kentara dalam setiap piranti yang dikenakan oleh para prajuritnya. Kerapian barisan kapal yang berderet memanjang telah menjadi […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 45

Selang beberapa lama, Adipati Hadiwijaya telah duduk berhadapan dengan Sultan Trenggana. Mereka berhadapan dalam jarak beberapa langkah. Keagungan dan wibawa Sultan Trenggana jelas memancar begitu kuat bahkan Adipati Hadiwiajaya dapat merasakan getar hebat dari wibawa penguasa Demak itu mampu menembus hatinya. Pakaian khusus yang dikenakan oleh Sultan Trenggana menjadikan orang yang melihatnya menjadi segan untuk […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 44

Malam bergulir dan semakin pekat. Dua orang prajurit yang menyertai mereka telah membuat api unggun lantas mereka beristirahat di tempat yang agak jauh dari kedua adipati Demak. Sekali-kali Adipati Hadiwijaya berdiam diri untuk mengatur gelombang tenaga inti yang terus menerus bergerak didalam tubuhnya. Ia berusaha menahan gejolak hatinya setelah mendengar pengakuan Adipati Penangsang. Tetapi lelaki […]