Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 9

Ki Garu Wesi cepat merendahkan tubuh lalu menerjang Ki Hariman sepenuh tenaga. Kerikil sungai terlontar ketika kakinya menjejak dasarnya yang dangkal itu. Dalam sekejap ia melontarkan serangan beruntun. Kaki Ki Garu Wesi berputaran menebas bagian atas tubuh Ki Hariman. Hampir bersamaan, Ki Tunggul Wesi menerobos sela pertahanan Ki Hariman yang tidak begitu rapat. Kepal tangan […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 48

Hyang Menak Gudra telah mendapat laporan mengenai kedatangan armada perang Demak yang dipimpin secara langsung oleh Sultan Trenggana. Setelah menimbang beberapa pendapat, ia bergegas menuju barak pasukan yang berada di pelabuhan. Rakryan Tumenggung Ra Kayumas, Ki Rangga Gagak Panji dan Mpu Badandan sedang memimpin pertemuan para senopati ketika Hyang Menak Gudra tiba memasuki ruangan. “ […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 47

Orang-orang berseru kaget, kecuali Ki Rangga Gagak Panji. Mereka mengulang kembali ucapan Mpu Badandan. Sejenak kegaduhan terjadi dalam ruangan yang berukuran sekitar lima puluh langkah kaki itu. Lalu Mpu Badandan meneruskan ucapannya,” Gagak Panji akan mendatangi mereka setelah mereka terlihat telah membuang sauh. Ia akan menemui Sultan Trenggana dan karena tidak mungkin bagi Demak untuk […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Jalur Banengan 5

Mendadak dari dalam sebuah kereta kuda, bayangan putih melesat deras dan langsung menghantam Ken Arok dengan tendangan samping. “Anak muda, harus aku katakan jika kemampuanmu benar- benar aku butuhkan,” kata Ki Jawani yang berdiri dengan tangan bersilang di depan dadanya. “Pengecut!” umpat Ken Arok sambil bangkit berdiri dan mengusap lengannya yang terkena tendangan cukup keras. […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 46

Senja telah menapak garis pantai ketika matahari menyembunyikan sebagian wajahnya. Sultan Trenggana telah berada di dalam kapal yang berisi lima ratus orang. Sebuah kapal yang telah lengkap dengan senjata yang dapat mencapai jarak cukup jauh. Kemegahan Demak sangat kentara dalam setiap piranti yang dikenakan oleh para prajuritnya. Kerapian barisan kapal yang berderet memanjang telah menjadi […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 45

Selang beberapa lama, Adipati Hadiwijaya telah duduk berhadapan dengan Sultan Trenggana. Mereka berhadapan dalam jarak beberapa langkah. Keagungan dan wibawa Sultan Trenggana jelas memancar begitu kuat bahkan Adipati Hadiwiajaya dapat merasakan getar hebat dari wibawa penguasa Demak itu mampu menembus hatinya. Pakaian khusus yang dikenakan oleh Sultan Trenggana menjadikan orang yang melihatnya menjadi segan untuk […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 44

Malam bergulir dan semakin pekat. Dua orang prajurit yang menyertai mereka telah membuat api unggun lantas mereka beristirahat di tempat yang agak jauh dari kedua adipati Demak. Sekali-kali Adipati Hadiwijaya berdiam diri untuk mengatur gelombang tenaga inti yang terus menerus bergerak didalam tubuhnya. Ia berusaha menahan gejolak hatinya setelah mendengar pengakuan Adipati Penangsang. Tetapi lelaki […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 43

Mendadak Adipati Arya Penangsang mengubah irama seruling menjadi ceria. Udara yang ditiup keluar dari sela bibirnya beralih menjadi kidung yang lincah. Adipati Arya Penangsang seperti ingin menyatakan perasaan ketika mendengar kelahiran Jaka Wening. Raut wajahnya terlihat cerah sekalipun ia memainkan seruling dengan mata terpejam. Sementara itu pemimpin Pajang yang duduk disampingnya berdecak kagum betapa ia […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 42

Sekitar lima puluh atau enam puluh tombak sebelum mencapai tepi hutan, Adipati Hadiwijaya menghentikan langkah kakinya. Ia membalikkan badan kemudian katanya pada dua orang prajurit,” Bila kalian tak merasa terhalang, akankah kalian berdua berburu untuk kami?” ” Kami bersedia, Kanjeng Adipati!” tegas pengawal yang berambut dua warna. Tak lama kemudian mereka bersiap dengan alat-alat perburuan […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Jalur Banengan 4

“Ken Arok! Aku peringatkan kau jika aku bukan pengikutmu,” geram Ki Ranu Welang. “Terserah apa katamu. Yang pasti adalah kau berada di sini untuk memperpanjang hidup,” kata Ken Arok tegas. Sementara itu di lingkar perkelahian, Ki Selaksa Geni mengagumi kemampuan Toh Kuning yang berusia jauh lebih muda darinya. Setiap kali ia membawa ilmunya setingkat lebih […]