Tag : kitab kiai gringsing

Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 41 – Ketika Agung Sedayu Dianggap Mampu Makar

kibanjarasman
Jalan setapak di tepi Kali Progo cukup baik untuk dilintas pada sore itu. Permukaan jalan tidak berlumpur tapi cukup untuk meniadakan debu. Senja membayang dengan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 40 – Pandan Wangi: Kebenaran yang Tertunda

kibanjarasman
Agung Sedayu tidak langsung keluar dari kediaman Ki Gede Menoreh. DIa mengayun langkah menuju beranda belakang yang berhadapan lurus dengan punggung Gunung Kendil. Puncak perasaan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 39 – Gelisah di Lorong Barak

kibanjarasman
Siang yang tidak begitu panas ketika matahari tampak muram terhalang mendung yang mengapung di bawahnya. Barak pasukan khusus masih tampak lengang. Keadaan yang dapat dipahami...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 38 – Persiapan Agung Sedayu Menjelang Pertemuan di Keraton

kibanjarasman
Matahari sudah agak sedikit lebih tinggi daripada gejolak perasaan para pedagang di pasar-pasar  ketika Agung Sedayu berbicara sedikit dengan Ki Lurah Sanggabaya di bilik kerjanya....
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 37 – Cara Pasukan Khusus Memperlakukan Tahanan Perang

kibanjarasman
Ruang tahanan itu diterangi cahaya pagi yang gagal menembus dinding tapi terpantul dari balik jendela. Pemandangan yang sangat mencolok dan benar-benar membedakan perlakuan pada tahanan!...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 36 – Kabar Para Tahanan dan Jejak Samar

kibanjarasman
Barak Pasukan Khusus. Pagi datang dengan perlahan, Agung Sedayu masih berada di rumah ketika Ki Jayaraga menggeser langkah menuju kediaman Ki Gede Menoreh. Cahaya matahari...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 35 – Awal Kehendak Besar di Ringinlarik

kibanjarasman
Pasar di pedukuhan induk dan dusun-dusun yang tersebar di segala penjuru Tanah Perdikan Menoreh kembali bising dengan bahasan yang berbeda. Timbangan masih naik-turun, kain masih...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 34 – Di Rumah Agung Sedayu

kibanjarasman
Pagi menyapa Tanah Perdikan Menoreh dengan kabut tipis yang masih menggantung di pucuk-pucuk dedaunan. Di samping pakiwan, dekat sumur yang dingin airnya dapat merasuki tulang,...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 33 – Gaung Keras dari Gunung Kendil

kibanjarasman
Langkah kaki Agung Sedayu menapak halaman rumahnya. Suara burung hantu di kejauhan seolah menjadi pembeda ketenangan alam. Suasana rumah senapati Mataram itu masih terasa sunyi...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 32 – Gema Swandaru

kibanjarasman
Ada siang, ada malam. Ada tayub, ada perempuan, dan Swandaru tidak pernah pura-pura kebal. Pedukuhan kecil itu tiba-tiba terasa begitu hidup. Di setiap lorong, beranda...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.