Pada waktu yang nyaris bersamaan dengan tuntasnya pertarungan Pandan Wangi, kerusuhan terjadi di pasar utama pedukuhan induk. “Jangan percaya omongan orang-orang Menoreh!” teriak salah seorang dengan ...
Ketenangan Sumur Welut terusik oleh gelombang perampokan yang kian berani dan terorganisir. Ki Lurah Guritna, perwira Majapahit yang bertugas di wilayah itu, mulai mencurigai bahwa para penyamun ini b...
Sebelum ledakan itu terjadi… Dua wujud Ki Kebo Surongudan yang turut bertarung di sisi kanan dan kirinya bergerak mendekat sangat cepat. Menyatu kembali menjadi wujud tunggal Ki Kebo Surongudan. Sesaa...
Namun perhatian Sayoga telah terlalu tersita untuk menutup kelemahan yang diketahui lawannya. Dengan begitu, dia sengaja mempercepat putaran tongkatnya dan juga menggandakan kecepatan gerak agar lawan...
Namun pada saat yang sama—pedang Pandan Wangi menembus leher Ki Centhong Slobog dengan sudut miring yang dalam. Tubuh besarnya terdorong mundur sempoyongan, tetapi tidak langsung roboh. Bilah pedang P...
Dan di tengah gelanggang —tiga wujud Ki Kebo Surongudan mulai menutup Agung Sedayu dari tiga arah berbeda. Namun hanya sekali serangan mereka berhasil menembus pertahanan senapati tangguh Mataram itu....
Mereka hanya berniat merampas jalan dan mengambil sedikit dari orang-orang yang dianggap terlalu kenyang oleh kuasa. Tetapi satu malam di Alas Kawitan mengubah semuanya. Toh Kuning yang datang untuk m...
Arya Penangsang datang ke padepokan Ki Buyut Mimbasara bukan sekadar untuk berpamit kembali ke Jipang. Di balik percakapan yang tenang, tersimpan kegelisahan tentang rencana besar Demak dan bayang-bay...
‘Dalam pada itu’, Agung Sedayu masih tetap bertahan di dalam himpitan. Ketenangan dan kedalaman nalarnya belum bergeser sedikit pun. Maka dua keadaan itu mampu membawa dirinya menyelinap di antara ser...









