Benturan yang berulang-ulang membuat hawa panas itu berhamburan dengan kecepatan yang sulit dimengerti. Rambatan hawa panas itu mampu mencapai Ki Demang Brumbung dan Sayoga. Bahkan dua orang ini...
Kekacauan di jalur selatan berkembang ke arah yang semakin nggrigisi. Selendang api itu kembali meraung. Lingkaran panas yang menyertainya semakin rapat, semakin berat. Setiap kibasan tidak lagi sekad...
Pagi datang dengan aba-aba yang jelas. Ki Wira Sentanu menyeberangi kali ketika cahaya mulai cukup untuk melihat dasar arus. Kudanya menaiki lereng landai dengan tangkas. Bukan kuda perang tapi rupany...
Pada laga yang sedang berlangsung di jalur selatan, suasana tidak kalah mencekam dengan gelanggang Swandaru. Debu-debu dan butiran tanah yang padat terlontar karena getaran tenaga yang terpancar dari ...
Pandan Wangi hampir saja terperangah mendengar nama Swandaru disebut sebagai pemimpin permukiman. Tapi ketahanan jiwani putri Ki Gede itu memang luar biasa. Keterkejutan itu sangkat singkat hingga sul...
Di mana Ki Astaman? Yah, orang ini tidak melontarkan diri pada pergumulan hebat di halaman. Setelah berpisah dari Ki Garjita, Ki Astaman mengambil jalan memutar, mengarahkan perhatiannya pada tempat l...
Laskar gabungan yang dipimpin Pandan Wangi di sayap timur mulai berhasil mendesak mundur orang-orang perguruan bayangan. Pasukan ini bertarung dengan cara yang telah menjadi napas mereka; berkelompok ...
Pada bagian depan atau di dekat regol permukiman, Ki Wedoro Anom melangkah masuk, menyaksikan pertempuran lebih dekat. Dia berdiri beberapa langkah dari pinggir tanah lapangan yang digunakan orang-ora...
Perguruan di lereng Kendil. Langkah Ki Wedoro Anom terhenti beberapa tombak dari batas luar permukiman. Dia mengangkat tangan, memberi isyarat agar barisan berhenti. Derap kaki serentak mereda. Bebera...






