Kitab Kyai Gringsing merupakan kisah carangan yang mengambil latar sejarah yang sama dengan Api di Bukit Menoreh, yakni pada masa Mataram. Berbeda dengan kisah utama yang lebi banyak pada masa Panembahan Senapati, rangkaian cerita silat Jawa ini dimulai pada pemerintahan putranya, Panembahan Hanyakrawati, melalui Buku 1 hingga Buku 4 yang berjudul Bara di Bukit Menoreh. Kemudian diteruskan Buku 5 – Hari Bising di Bukit Menoreh yang pada zaman awal Sultan Agung memerintah Kesultanan Mataram.
Dalam rangkaian tersebut, Buku 3, Geger Alas Krapyak, memang menyinggung detik-detik terakhir wafatnya Panembahan Hanyakrawati. Namun, Panjenengan diharapkan tidak mengharapkan kisah-kisah spektakuler dari balik dinding Keraton. Padepokan Witasem tetap berpegang pada batas-batas sejarah dan etika penuturan yang dipilih, sehingga cerita lebih menitikberatkan pada pergulatan tokoh-tokohnya daripada gosip kehidupan istana.

Beriringan dengan itu, bagi sedulur yang menghendaki versi PDF Kitab Kyai Gringsing 1-5 agar lebih nyaman dibaca secara offline atau versi cetakan, silakan langsung menghubungi Padepokan Witasem melalui WhatsApp di [SINI].
Matur nuwun
Daftar Isi Kitab Kyai Gringsing: (diurutkan tidak berdasarkan buku/cetakan, tapi sebagai satu kesatuan kisah)
Bab 1 – Agung Sedayu Terperdaya
Bab 8 – Hari Bising di Bukit Menoreh
