Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 33

Mpu Wisanata turut merasakan perbedaan dari lingkar perkelahian yang berada tidak jauh darinya. Sudut mata lelaki yang dulu pernah bergabung dengan Ki Saba Lintang ini menangkap pergerakan luar biasa dari Sayoga. Maka, kemudian orang-orang yang terlibat dalam pertempuran itu secara tidak sengaja menarik napas panjang bersamaan. Ya, mereka berharap Sayoga dapat menahan keseimbangan  atau setidaknya […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

Panembahan Tanpa Bayangan – Lawatan Menuju Demak

Perkenalan Sayoga dan kedua orang tuanya berangkat ke Demak untuk memenuhi undangan dari salah seorang teman dekat ayahnya. Dalam perjalanan, Sayoga dan kedua orang tuanya singgah di Pedukuhan Dawang. Mereka akhirnya melibatkan diri dalam sebuah persoalan yang disebabkan oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris sah Kesultanan Pajang. Raden Atmandaru mengaku dirinya adalah putra Pangeran […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 29

Bentak nyaring Ki Sarjuma, yang merontokkan kekuatan Sayoga, menembus dataran yang ditumbuhi banyak pohon dan semak. Lengking suara yang serupa dengan Aji Gelap Ngampar menggapai pendengaran seorang dewa. “Perkelahian tidak seimbang ini harus dihentikan!” tiba-tiba satu suara datang menggelegar. Suara yang mengejutkan setiap binatang yang dilintasinya. Sebuah bayangan berkelebat sangat cepat, secepat sambaran petir, secara […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 28

Kita tinggalkan Swandaru dalam keadaan genting dan Agung Sedayu yang mulai pecah perhatiannya! Sayoga mendapat ruang bebas ketika Ki Malawi harus mengelakkan wajah demi mengelak terjangan tanah basah. Meski hanya segenggam namun berlambar tenaga inti Serat Waja. Ki Malawi tahu bahwa lontaran itu dapat menembus kulit wajahnya. Tekanan pada Sayoga mengendur, celah sempit ini ia […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 21

Ki Prayoga membuat satu keputusan yang akhirnya mempengaruhi kelangsungan perang tandingnya melawan Agung Sedayu. Pertarungan tiba-tiba begitu cepat dirasakan oleh Agung Sedayu. Dalam waktu yang lebih singkat jika dibandingkan perang tanding melawan Tumenggung Prabandaru, ia telah berada dalam pertaruhan hidup mati. Segenap nalar dan budi segera ia pusatkan agar dapat melepaskan diri.  Lutut Agung Sedayu […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 20

Dan Agung Sedayu menghadapi lawan yang seimbang. Ki Prayoga mampu mengimbangi tataran ilmu pemimpin pasukan khusus dengan lugas dan tangkas. Benturan-benturan yang terjadi membuat uadara sekitar semakin panas dan terkadang bumi terasa bergetar setiap tenaga cadangan mereka harus bertumbuk. Pada waktu itu, keduanya saling mendorong mundur lawan dengan bergantian. Kadang-kadang Agung Sedayu mampu mengurung dan […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 19

Dan untuk menghentikan usaha Ki Prayoga yang ingin membunuhnya, Agung Sedayu memutuskan untuk menanggalkan ilmu kebalnya. Tinjauan singkat dan kematangan dalam menilai suatu pertarungan mempengaruhi Agung Sedayu. Tubuh Agung Sedayu berkelebat lebih cepat dari sebelumnya, ia memburu wujud asli Ki Prayoga yang tidak berhenti bergerak bertukar tempat dengan dua wujud semunya. Meski wujud asli Ki […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 17

Terang bintang tak mampu jangkau sekitar Kali Progo, bulan masih tampak setandan pisang di balik pepohonan yang rapat menutup tepi sungai.  Unsur-unsur gelap semakin berjejal rapat. Ki Suladra, sebagai orang yang dianggap sebagai pemimpin dalam kawanannya, menyadari ketinggian ilmu Swandaru akan semakin sulit dijangkau dan dihentikan. Tubuh Swandaru begitu ringan dan pergerakannya sulit ditangkap oleh […]