Adipati Hadiwijaya tidak mengucap sepatah atau dua patah kata. Ia berkedudukan diam. Meski mem-punyai pendapat yang berbeda tetapi keputusan seorang pemimpin merupakan kewajiban yang harus ia tunaikan...
“Hamba, Kanjeng Ratu.” Adipati Hadiwjaya mengatur napas kemudian melanjutkan perkataannya, ”Sebuah ilmu yang saya pikir telah hilang, ternyata muncul lalu menebar akibat buruk bagi Pajang.” “Siapakah ...
Matahari menggatalkan kulit ketika mereka bertiga berjalan melintasi pintu gerbang. Penampilan Adipati Hadiwjaya yang tidak menunjukkan kedudukannya sebagai penguasa Pajang memang tidak dapat dikenali...
Tercekat hati Adipati Hadiwjaya mendengar ucapan yang terdengar seperti gelegar halilintar baginya. Sepanjang waktu dalam rentang beberapa musim yang bergiliran datang, sejumlah petugas sandi telah ia...
“Ambillah itu untukmu dan temanmu,” kata Adipati Arya Penangsang menanggapi prajurit dengan sikap lain, ”kami berdua akan mengambilnya apabila matahari telah berada di balik pohon.” Kemudian ia berpal...
” Aku akan menunggu dan berdiam diri. Mungkin itulah yang terbaik,” bisik Adipati Hadiwijaya dalam hati. Alis Adipati Arya Penangsang tertaut saat berpikir mengenai pertanyaan ayah dari Pangeran Benaw...
”Ia seorang anak kecil.” ”Itu bukan alasan yang dapat diterima.” ”Atau Kakang Penangsang mempunyai alasan yang masih belum diungkapkan.” Lantas Adipati Hadiwijaya diam sejenak. Dugaan yang sebelumnya ...
Ki Getas Pendawa dan Pangeran Parikesit lantas membuat tandu untuk membawa dua tawanan itu ke Kadipaten Pajang. Beberapa waktu kemudian alat sederhana berbahan potongan kayu telah siap. Alat yang cuku...
Untuk selanjutnya mereka berempat berjalan menapaki tanah yang berwarna hitam karena abu kebakaran yang sangat hebat. Setibanya di luar hutan, Arya Penangsang bersuit sangat kencang dan tak lama kemu...

