Padepokan Witasem

Sang Maharani

kibanjarasman

Sang Maharani adalah kisah silat dengan peran utama seorang gadis yang hidup pada zaman Mataram Kuno di bawh pemerintahan Rakai Pangkaran.

Sang Maharani mengambil ruang tersendiri di dalam Padepokan Witasem karena cara penyajian atau gaya bahasa yang berbeda. Ada pewarnaan gaib atau mistis di dalam Sang Maharani, tentu, ini adalah hal baru jika dibandingkan dengan Pangeran Benawa, Bondan atau Toh Kuning.

Perjodohan untuk perluasan wilayah atau pertimbangan politis menjadi penghias rangkai gerbong dengan judul pembuka, Bulan Telanjang. Adu ilmu dan perang besar masih menjadi bagian pokok perjalanan hidup Dyah Murti, tokoh utama “Sang Maharani.”

bulan telanjang, sang maharani, novel indonesia, prosa lirisSang Maharani tidak bicara mengenai kesetaraan gender karena masalah itu telah selesai. Tidak ada perbedaan gender di masa lalu, terutama zaman Mataram Kuno.

Selamat berkarya, salam sejahtera untuk semua makhluk.

Rahayu memayuning bawana