Padepokan Witasem
bulan telanjang, sang maharani, novel indonesia, prosa liris
Bab 1 Bulan Telanjang Sang Maharani

Sang Maharani

Dyah Murti adalah nama pemberian kakekku. Sekali waktu beliau mengisahkan bahwa ayahku, Rakai Panangkaran, menunggu kelahiranku sepanjang malam. Kemudian, menurut penuturan kakek, ayahku kembali ke ibukota untuk mengendalikan pemerintahan. Sebenarnya aku tidak peduli tetapi ibu sering mengingatkan bahwa aku bukan anak perempuan biasa.

Dyah Murti. Dyah Murti Hansa Gurunwangi, begitu panjang sehingga beberapa temanku sering kesulitan untuk menyebut nama lengkapku.

Meskipun kakekku adalah orang yang dituakan di lereng utara Merapi, meskipun kakekku senantiasa mengundang sekelompok orang untuk menari sepanjang malam, itu semua tidak sebanding dengan kehangatan dari sebuah hubungan anak dan ayah. Aku iri dengan mereka, tetapi apa yang dapat aku perbuat?

Bulan Telanjang 1

Sang Maharani tidak sepenuhnya bermuatan silat meski berasa penaklukan wilayah. Mungkin juga ada nuansa mistis karena tantangan untuk sebuah harmoni. Boleh jadi pertikaian batin setiap tokoh akan mengisi sebagian besar kisah yang direncanakan digolongkan sebagai novel prosa liris.

Mereka bertanya-tanya tetapi tidak ada satu orang pun yang menjawab. Permukaan sungai yang awalnya berkilau tiba-tiba menjadi gelap. Tidak ada yang dapat aku lakukan waktu itu. Ayah hanya mampu mendongak dan menatap langit yang beralih menjadi lembaran gelap. Bintang telah bertabir selimut kelam. Benar-benar gelap dan mengerikan!

Bulan Telanjang 4

Di atas segala batasan, saya tidak menjanjikan sesuatu yang menarik walaupun Sang Maharani adalah tantangan terbaru Ki Banjar Asman.

 

Seorang penjaga rumah keluar menunggu kedatangan dua orang pendatang itu di gerbang halaman. Ia berseru sambil melambaikan tangan agar dua penunggang kuda itu mengurangi laju.

Bulan Telanjang 9

 

Sang Maharani. Kisah fiktif berlatar belakang tanah Jawa pada masa 700 – 800 M, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran.

Rakai Panangkaran dan Gajahyana menjadi tokoh nyata yang berperan sebagai pendukung dalam kisah fiksi Sang Maharani.

Perang kolosal masih akan menjadi bagian yang tidak dapat ditinggalkan. Politik, asmara dan konspirasi bakal turut mewarnai isi cerita.

Semoga dimudahkan dan dilancarkan dening Gusti Ingkang Maha Agung.

 

Rahayu

Related posts

Bulan Telanjang 9

kibanjarasman

Bulan Telanjang 8

kibanjarasman

Bulan Telanjang 7

kibanjarasman

Bulan Telanjang 6

kibanjarasman

Leave a Comment