Bondan, murid Resi Gajahyana sekaligus kerabat keluarga penguasa Majapahit pada masa pemerintahan Raja Jayanegara, memutuskan berangkat menuju kotaraja atas restu sang guru. Perjalanan yang semula hanya dimaksudkan sebagai kunjungan itu berubah menjadi awal petualangan yang tak pernah ia bayangkan ketika tanpa sengaja ia menjadi saksi sebuah pembunuhan misterius.
Bersama saudaranya, Gumilang, Bondan mulai menyelidiki peristiwa tersebut. Penyelidikan mereka menyeret Bondan ke dalam pusaran intrik yang jauh lebih besar. Untuk pertama kalinya ia terlibat dalam sebuah penyergapan yang dipimpin seorang perwira Majapahit. Meski berhasil selamat, Bondan mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di bawah bimbingan Mpu Gandamanik. Selama masa pemulihan, ia tidak hanya memperoleh kembali kekuatannya, tetapi juga mendalami ilmu yang sebelumnya belum sempat dikuasainya.

Setelah berkenalan dengan Gajah Mada, tekad Bondan untuk mengungkap dalang pembunuhan semakin kuat. Jejak demi jejak membawanya menuju sebuah konflik yang melibatkan tokoh-tokoh penting kerajaan, hingga akhirnya ia terseret ke tengah perang besar yang mempertemukan ribuan prajurit di medan laga. Di sana, Bondan menyaksikan pergulatan batin seorang perwira bawahan Gumilang yang dipaksa berhadapan dalam perang tanding melawan ayah kandungnya sendiri.
Puncak kisah terjadi ketika Ki Sentot Tohjaya bersama Ki Cendhala Geni mengobarkan perang besar yang menjadi bagian dari konspirasi para tokoh berpengaruh di kotaraja. Pemberontakan itu bertujuan menggulingkan kekuasaan Raja Jayanegara dan mengguncang sendi-sendi Kerajaan Majapahit. Di tengah kekacauan tersebut, Bondan harus menentukan sikap, mempertaruhkan nyawa, dan menghadapi kenyataan bahwa kebenaran sering kali tersembunyi di balik ambisi dan perebutan kekuasaan.
Daftar isi:
Bab 3 – Di Bawah Panji Majapahit
Bab 14 – Pertempuran Hari Pertama
