Umum dan Sejarah

Namaku Senggani, Prosa Liris

Seseorang yang mempunyai arti penting dalam hidupnya kemudian berkata, “Jangan menjadi bodoh karena cinta.” (Namaku Senggani, Lina Boegi)   Sebuah pencapaian luar biasa dari usaha keras sang penulis untuk melanjutkan gagasan besar yang telah terpatri kuat. Terasa begitu lembut membelai jiwa yang melayang di bawah mendung yang menggantung Ketika aku tidak ingin bicara tentang sesuatu, […]

Umum dan Sejarah

Kenyataan di Balik Kongres Pemoeda 1928

Kenjataan Oenik di Balik Kongres Pemoeda Kongres kedua diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928, dan keputusannya dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Ketua Kongres Pemuda II dipimpin oleh Sugondo Joyopuspito (PPPI) dan wakilnya Joko Marsaid (Jong Java). Tempat penyelenggaraan kongres mengalami tiga kali perpindahan. Pada kongres pemuda hari pertama di gedung Katholieke jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katolik) […]

Umum dan Sejarah

Kelas Lanjutan 1 Prosa Liris

21 Oktober – 13 Nopember, Kelas Lanjutan 1. Pada tahap ini, Anda menanjak lebih tinggi dalam tulisan atau sastra indah. Mengenali bentuk yang tidak sepatutnya ada di dalam kalimat. Belajar menempatkan kata sederhana menjadi kata yang bertenaga, hidup dan mempengaruhi perasaan pembaca. Masa belajar yang panjang benar-benar akan menyita perhatian dan melelahkan. Anda dituntut mempunyai daya […]

Umum dan Sejarah

Penerbit Mayor Bukan Tujuan Akhir, Cin!

Banyaknya pemirsa dan like serta komen bukan jaminan mutu sebuah tulisan.. Menulis dalam wadah besar bersama ribuan orang itu menyenangkan tapi juga menjerumuskan jika tidak waspada.. Banyak segi yang menjadi pertimbangan dalam menilai mutu karya tulis, terlebih seni sastra.. Penting! Dan jika tulisan diminati penerbit besar, maka pastikan royalty dibayar mulai penjualan 50 eksemplar.. Mereka […]

Umum dan Sejarah

Senator dan Calon Senator Wajib Baca!!

Selamat datang para senator anyar, semangat para veteran jadikan teladan, cermin sikap dan tindakan! Politik! Bagi kaum idealis yang tersisa sedikit, politik adalah kerja sosial. Seni mengelola kebencian (dan dendam), begitu petuah Gus Dur. Tujuan berpolitik adalah meraih kekuasaan. Dengan kekuasaan di tangan bisa leluasa wujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Bagi […]