Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 14

Sejalan dengan suara-suara gaduh yang memenuhi udara, ketegangan semakin memuncak ketika pukulan dan tendangan mulai menyentuh tubuh setiap orang. Para pengikut Mahendra melakukan perlawanan sangat ketat. Bagi mereka, harta benda dan barang dagangan para saudagar memiliki nilai yang lebih mahal daripada nyawa mereka sendiri. Kepercayaan adalah pegangan hidup tertinggi. Andaikata mereka ingin, satu dua perhiasan […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 13

Sedikit perubahan terlihat menjalar di bagian wajah Mahendra, sejenak kemudian ia memalingkan muka untuk melihat barisan di belakangnya. Sekilas penilaian telah ia lakukan dan Mahendra dapat melihat bahwa kemungkinannya untuk berbalik arah telah tertutup rapat. Akan tetapi Mahendra mempunyai keyakinan ketika ia melihat pengikutnya telah menghunus senjata. Para pengikut Mahendra adalah sekelompok orang dari beberapa […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 12

“Ken Arok telah berada di tempatnya, ia membenarkan laporan orangmu tadi,” kata Toh Kuning sambil berpaling ke arah orang bertubuh kurus. Lantas orang itu memberi aba-aba pada kawan-kawannya untuk bersiap melakukan penyergapan. “Kita dapat mengurangi jumlah mereka dengan lontaran anak panah,” kembali Toh Kuning bersuara. Ia melihat keraguan pada wajah orang bertubuh kurus itu, kemudian, […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 11

Orang bertubuh kurus yang memimpin pengikut Ki Ranu Welang pun merasa sulit mengikuti bayangan gerak Toh Kuning. Sementara lurah prajurit kemudian sadar jika lawannya telah berhasil menggedor pertahanannya yang terakhir. Namun ia terlambat untuk memperbaiki kedudukan, Toh Kuning yang berloncatan ke sana kemari berhasil menggapai tubuh lurah prajurit dengan dua tiga pukulah . kemudian dalam […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 10

“Kau tidak akan lama bertahan , anak muda!” kata lurah prajurit sambil menjulurkan pedang ke bagian leher Toh Kuning. Bibir Toh Kuning memerlihatkan senyum yang aneh tetapi ia tidak mengatakan sesuatu, kawan karib Ken Arok ini hanya menatap dingin pada lawannya. Ketika ujung pedang prajurit Kediri telah sejengkal berjarak dari lehernya, Toh Kuning mengayunkan tubuh […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 9

Perasaan lurah prajurit tergetar hebat melihat perubahan yang terjadi pada diri Toh Kuning. Betapa seorang anak muda yang bermanis muka ketika berbicara dengannya, kini telah berubah menjadi serigala haus darah. Sekujur tubuh Toh Kuning yang basah oleh darah dan bercampur keringat di bawah timpa remang cahaya menimbulkan kengerian bagi orang yang melihatnya. Senyum  ramah dan hangat […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 8

Pertempuran itu telah kehilangan keseimbangan, dentang senjata beradu mulai melemah seiring dengan tumbangnya prajurit Kediri  satu demi satu. “Aku kira tidak boleh ada satu orang prajurit pun yang terlihat hidup,” lirih Toh Kuning berkata. Ia merubah keputusan dan harus membunuh perasaannya sendiri. Jika pada pertemuan awal, Toh Kuning merasa berat dengan adanya kematian, tetapi kini […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 7

Perkelahian semakin sengit. Orang-orang yang berada di dalam lingkaran maut mulai bersimbah darah, meski belum ada yang tumbang. Setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda walaupun mereka terikat pada satu kelompok yang sama. Ada prajurit yang bertempur mati-matian untuk kenaikan pangkat dan nama baik, ada pula yang berkelahi karena ingin mempertahankan hidup, ada pula yang mengangkat […]