Bondan dan Siwagati serta seorang lagi terlihat berlari di bawah remang cahaya menuju tempat Resi Gajahyana. Seketika sekelebat bayangan memotong jalur mereka dari belakang rumah. Bayangan yang tiba-t...
Nyi Kirana disertai tidak lebih sepuluh orang Pajang bertarung sengit melawan orang-orang padepokan yang dibantu pengawal kademangan. Mereka gigih mempertahankan kedudukan berdasarkan aba-aba Nyi Kira...
Nyi Kirana deras meluncur melintasi ruang kosong tanah lapang, dia melihat seorang anak kecil jatuh terlindas oleh kaki-kaki orang yang berlarian kalangan kabut. Nyi Kirana memutuskan untuk keluar dar...
“Kekuatan kita belum dapat menandingi daya serbu Pajang yang sebenarnya. Aku pikir, gagasanmu adalah sebuah alasan bodoh untuk bunuh diri. Mpu, malam ini adalah malam pernikahan anakku. Aku tida...
Ada amarah dan kecewa sekaligus kekhawatiran atas keselamatan Bondan – yang berada di Kademangan Grajegan – membuat para pengiring dari Pajang itu merasa berat menjalankan permintaan Resi ...
Matahari nyaris menggapai puncak langit ketika suasana di sekitar Bondan serta Siwagati perlahan menjadi hening. Resi Gajahyana telah berhadapan dengan Ki Sarwa Jala. Mereka didampingi empat orang yan...
Hingga pada masa yang berlaku sesuai kebiasaan orang-orang Grajegan, maka Bhre Pajang segera mohon undur diri. Dia beserta seluruh rombongan akan kembali ke Pajang. Dalam kesempatan itu, Angling Dhyak...
Dalam waktu itu, dia dapat membayangkan kelegaan hati Ki Juru Manyuran. Simpul rumit pikiran Ki Sarwa Jala pun memudar. Walau begitu, Ki Sarwa Jala tetap tidak dapat menghindari sebuah firasat b...
Kehidupan Siwagati yang tidak pernah mengalami kekurangan dan banyak memperoleh dukungan dari orang di sekitarnya, mau tidak mau, telah mewarnai watak perilakunya. Dia tumbuh menjadi seorang gadis yan...






