“Ayah, apakah ada kemungkinan Kiai Rontek membayangi perjalanan kita?” bertanya Adipati Hadiwijaya pada Ki Kebo Kenanga yang berkuda di sebelahnya. “Kemungkinan itu selalu ada, namun aku kira ia tidak...
Keadaan di dalam ruangan seketika menjadi hening. Ki Getas Pendawa dan Pangeran Parikesit tampaknya memilih untuk menunggu ayah kandung Pangeran Benawa mengungkap rencana. Sekali-kali mereka mengalihk...
Pangeran Parikesit lalu menambahkan, ”Mengingat kerasnya hati kakang Jaka Daplang kala itu, apalagi berita sudah tersebar ke seluruh penjuru, aku berpikir bahwa nama Jaka Daplang adalah alasan yang da...
Mendengar perintah khusus dari Adipati Pajang membuat Kidang Tlangkas berpikir tentang tanggung jawab baru. Sebuah kepercayaan yang mungkin baru diemban di masa mendatang tetapi segala sesuatunya haru...
Pangeran Parikesit memandang Adipati Hadiwijaya dengan seksama. Ia seperti ingin membaca isi hati lelaki yang masih berusaha untuk tenang. Sesaat kemudian ia berpaling kepada Kidang Tlangkas, lalu k...
Ki Getas Pendawa mengangguk pelan. Pangeran Parikesit yang menatap lantai saat terbayang raut wajah Jaka Wening, kemudian mengangkat wajah, kemudian katanya, ”Mungkin ia telah mendengar berita yang a...
“Pangeran Parikesit!” desis Kiai Rontek dengan dada bergemuruh. Keningnya berekerut dengan tatap mata mengiris kulit. Ia mengenal orang yang bernama Pangeran Parikesit, ingatan Kiai Rontek pun terlemp...
Bayangan hitam itu melesat dengan kecepatan yang sulit diterima akal sehat, sejenak kemudian ia tiba di gerbang kota Pajang. Kiai Rontek tidak dapat melupakan Mas Karebet yang tiba-tiba dapat memenan...
Dalam usia yang terbilang muda, Pangeran Benawa telah memiliki pemahaman yang tinggi tentang keadaan sekitarnya. Ia, pada akhirnya, dapat menyingkirkan rasa takut yang sebelumnya sangat deras membanji...

