Padepokan Witasem
arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak
Bab 6 Lembah Merbabu

Lembah Merbabu 3

Dalam usia yang terbilang muda, Pangeran Benawa telah memiliki pemahaman yang tinggi tentang keadaan sekitarnya. Ia, pada akhirnya, dapat menyingkirkan rasa takut yang sebelumnya sangat deras membanjiri isi dada. Simpul ingatan pun terurai satu demi satu. Dalam setiap tarikan napasnya, Pangeran Benawa mencoba menyalurkan udara yang tertampung ke seluruh bagian tubuhnya. Di waktu itu, ia meyakinkan diri bahwa ia akan dijaga dan selalu bersama Yang Maha Sempurna.

Dan seperti yang diajarkan oleh Ki Keba Kenanga, bahwa setiap marabahaya atau ancaman yang dikhawatirkan akan mendatangkan takut yang akan menerjangnya. Rasa takut atau gelisah  akan mencari ruang dalam dirinya untuk bersemayam. Oleh karena itu, Pangeran Benawa mencoba melebur  setiap rasa buruk dalam pemusatan budi dan rasa.

Sementara itu di luar goa, angin berhembus pelan di antara dedaunan terdengar seperti kidung merdu yang memanjakan telinga Pangeran Benawa. Lamat-lamat ia mendengar gemericik aliran air di kejauhan, tubuh Pangeran Benawa semakin hangat karena tenaga inti merambat pelan membungkus sekujur tubuhnya. Tanpa sadar Pangeran Benawa pun terlelap dalam olah batinnya.

Malam pun menapak jalan untuk berlalu, berganti kicau burung yang menyambut hari baru. Kabut bergerak pelan meninggalkan celah sempit tempat Pangeran Benawa ditinggalkan oleh Kiai Rontek. Saat sinar matahari dapat menggapai ujung pohon yang tumbuh di dasar lembah, Pangeran Benawa kemudian terjaga. Ia beranjak keluar dan berdiri di mulut goa. Sejauh ia memandang yang terlihat adalah padang rumput yang luas dengan pohon-pohon besar menjulang tinggi mengelilingi padang rumput itu.

Sebenarnya ia ingin memburu seekor kelinci yang melintasi padang, namun seperti ada perintah dalam hatinya untuk mengurungkan niat berburu. Lalu sejenak kemudian, ia berjalan berkeliling untuk mencari sesuatu yang dapat dijadikannya sebagai pengisi perut yang kosong. Beberapa lembar daun dan akar pun akhirnya ia peroleh dan dibawanya kembali ke goa. Setelah mengisi perut dengan sekedarnya, Pangeran Benawa pun melanjutkan pemusatan budi dan rasa berdasarkan petunjuk Ki Buyut Mimbasara atau Ki Kebo Kenanga yang telah terhunjam dalam benaknya.

Selama beberapa hari Pangeran Benawa melakukan kegiatan yang sama, lambat laun kekuatan tubuhnya pun semakin lemah. Namun tanpa disadari, Pangeran Benawa telah mempunyai dasar yang sangat kuat untuk menunjang puncak Jendra Bhirawa. Oleh karena itu, luapan tenaga inti sering kali melejit keluar tanpa mampu dikekang oleh Pangeran Benawa. Begitu dahsyat luapan tenaga inti itu melesat keluar dari telapak tangannya, tubuh kecil Pangeran Benawa berulang kali jatuh dan membuatnya tak sadarkan diri.

Related posts

Lembah Merbabu 9

kibanjarasman

Lembah Merbabu 8

kibanjarasman

Lembah Merbabu 7

kibanjarasman

Lembah Merbabu 6

kibanjarasman

Leave a Comment