Bayangan pohon tampak sedikit lebih panjang. Keadaan di dalam hutan berangsur menjadi suram dan gelap tapi orang yang tampak oleh Agung Sedayu itu belum bergerak lagi. Orang asing itu seperti sedang ...
Pangeran Selarong merenung sejenak. Lorong-lorong di dalam pikirannya kemudian dipenuhi berbagai pertimbangan. Jika mereka membuka tenda di tempat yang sepertinya Panembahan Hanykrawati keberatan, itu...
Seruan Ki Baya Aji menyengat Ki Ental Sewu. “Bagaimana ia dapat mengetahui dan memastikannya?” tanya Ki Ental Sewu dengan penasaran berkecamuk dalam hati. Namun belum reda rasa itu, Ki Baya Aji menerj...
“Kita harus tetap bergerak menuju alas Krapyak,” kata Pangeran Selarong beberapa saat kemudian. “Jika kita kembali ke arah kotaraja, tentu semua orang akan beranggapan bahwa perjalanan ayahanda berakh...
“Keputusan itu adalah yang terbaik untuk Mataram,” sahut Ki Anjangsana. “Tetapi itu bukan kebenaran.” “Benar tapi tidak ada yang mengetahui kebenaran yang sejati. Kebenaran yang kita yakini berasal da...
Saat Agung Sedayu mengarahkan Kinasih mengenai semua yang harus dilakukan, Panembahan Hanykrawati tampak sibuk menata gelar pengawal-pengawal yang berada di dekatnya. Ketika jajaran pengawal sudah ses...
Dalam waktu itu, Ki Tumenggung Wilaguna membayangkan suatu keadaan yang melegakan hatinya. Ia tidak menginginkan kekuasaan atau pengaruh lebih dari yang sekarang berada padanya, tetapi kepuasan ketika...
“Adakah yang ingin kau katakan padaku?” bertanya Pangeran Selarong. Agung Sedayu mengangguk-angguk lalu menarik napas panjang. Tidak mudah baginya untuk mengatakan segala yang ia tahu sedangkan di sis...
Lelaki berpakaian hitam yang menolak mengenalkan diri – karena merasa harga dirinya lebih tinggi – ternyata tersengat geram ketika secara mengejutkan diladeni gadis yang terkesan tidak tahu kanu...

