Beberapa pengawal segera berkumpul di tempat yang ditentukan Pandan Wangi. Mereka bertukar pandang dengan banyak tebakan di dalam pikiran masing-masing. Hari masih belum pagi tapi perintah Pandan Wang...
Pada malam Sangkal Putung dilanda kerusuhan, Pandan Wangi secara teratur mendapatkan laporan dari orang-orang yang diutusnya secara khusus mengamankan kediaman Ki Demang Sangkal Putung. Dengan demikia...
Tanpa melihat Dharmana, Swandaru berkata, “Itulah yang aku khawatirkan. Kemampuan akan perlahan-lahan menurun lalu benar-benar tertinggal karena ketakutan yang mengendap dalam hati kalian. Ketika bent...
“Kami tahu peristiwa di masa lalu yang terjadi di kademangan ini,” ucap Dharmana setelah beberapa saat dengan wajah tegar menatap Swandaru. “Itu adalah peristiwa besar yang ptut dikenang dan dijadikan...
“Saat ini keberadaanmu di Kepatihan pasti sudah diketahui Raden Mas Rangsang,” kata Ki Patih Mandaraka. “Maka, aku minta engkau tetaplah di sini hingga beliau mengundangmu untuk sekedar pembicaraan ya...
“Ki Sanden Merti dan orang-orang lain sudah mengerti betul kebiasaan Ki Patih. Dari pergiliran prajurit, pemindahan tugas hingga bagian terkecil dari Ki Patih, itu semua sudah mereka pelajari sampai d...
Agung Sedayu yang tersohor dengan kecerdasan yang luar biasa termenung dengan wajah tegang. Akal sehatnya sulit menerima kenyataan bahwa akhirnya Ki Patih Mandaraka berkata demikian itu padanya. Dari ...
“Apakah engkau belum banyak berubah dari masa mudamu, Sedayu?” bertanya Ki Patih Mandaraka dengan iringan senyum di bibirnya. Raut wajah Agung Sedayu pun memerah bagai seorang gadis yang sedang dipina...
Setelah menyeberangi jalan, Agung Sedayu dan Nyi Banyak Patra melintas gerbang Kepatihan. Dalam waktu itu, Agung Sedayu tidak bertanya pada prajurit jaga mengenai dua orang yang berlalu ke utara. Sean...









