Aku tidak menghitung waktu yang berlalu. Saat itu aku tengah berada di dalam duniaku sendiri. Samar-samar aku mendengar suara ibu menyebut namaku. Ah, sulit bagiku untuk membangkitkan kesadaranku sepe...
Suara ibu menyusup relung kalbu untuk membawa kesadaranku kembali. Aku memandang sekitar. Dua pelayanku telah meninggalkanku sendiri. Oh ya, hari menapak siang. Mentari akan berada di puncak, sesaat l...
Sang Maharani. Menyendiri untuk terakhir kali di rumah ini. Aku sedang dituntun oleh wibawa yang menggaung dalam jiwaku ketika ibu menyerukan namaku....
Bulan Telanjang. Namaku Dyah Murti. Aku akan mengulum puting susu ibuku untuk terakhir kali....
Aku raih punggung tangan ibu, lalu keluar menemui utusan ayah. Seperti itulah sikapku setiap kali orang asing bermalam di rumahku. Mereka akan berkisah mengenai bukit-bukit di luar Kalingan. Mereka ak...
Han Rudhapaksa memandang lekat wajahku. Aku merasakan getaran janggal ketika bola mata kakek terlihat membesar, lalu tiba-tiba kembali wajar. Semacam kengerian merasuki jiwaku, namun mendadak berubah ...
“Akankah aku akan mati malam ini?” suaraku tiba-tiba keluar di luar kendali otak dan perasaanku....
Aku perhatikan wajah, tubuh, kaki dan tangan. Rambut dan kuku. Paha dan payudara....
mengulang pesan yang sama dengan kalimat yang berbeda pada setiap perayaan bulan penuh di tahun genap....

