Padepokan Witasem

Tag : novel sastra

Bab 2 Wajah Kabut

Wajah Kabut 8

kibanjarasman
Rok sebatas lutut yang dikenakan memperlihatkan sepasang betis seputih bengkuang. Menatapnya, membuat anganku  menjadi liar. Sepatu hitam berpita melindungi telapak kakinya dari cabikan kerikil nakal...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 22

kibanjarasman
Matahari belum setinggi tangkai bunga mawar yang berada di sampingku. Aku memikirkan pendapat para pengawal, apa yang berada di dalam pikiran mereka bila aku memutuskan...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 21

kibanjarasman
Datanglah waktu yang dimaksudkan Mpu Pali. Datanglah ia padaku yang sedang berjibaku mempertahankan liang sempit dengan tubuh membeku. Ayahku adalah seorang penguasa, seorang ratu tetapi...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 20

kibanjarasman
Aku mengira tenaga mereka lebih kuat dan lebih besar dari yang tergambar dalam ruang pikiranku. Kecepatan yang dimiliki para penyerangku pun sepertinya setara denganku. Dalam...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 19

kibanjarasman
Sang Maharani - Tubuhku terasa ringan. Kekuatan gaib -- yang aku kira tengah menekan punggungku -- telah sirna. Aku bergerak dengan luar biasa. Sepasang kakiku...