Padepokan Witasem

Tag : novel sastra

Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 17

kibanjarasman
Mereka mengamati pemuda yang tertancap tiga sujen pada dahinya. Sesekali mereka menatap ke arahku...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 16

kibanjarasman
“Nyi!” teriak seorang pemuda dari arah kereta yang berada agak jauh dari tempatku. “Kami akan membantu Anda sekuat tenaga!” Ia menyambut terjangan penunggang kuda dengan...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 14

kibanjarasman
Aku tidak menghitung waktu yang berlalu. Saat itu aku tengah berada di dalam duniaku sendiri. Samar-samar aku mendengar suara ibu menyebut namaku. Ah, sulit bagiku...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 13

kibanjarasman
Suara ibu menyusup relung kalbu untuk membawa kesadaranku kembali. Aku memandang sekitar. Dua pelayanku telah meninggalkanku sendiri. Oh ya, hari menapak siang. Mentari akan berada...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 12

kibanjarasman
Sang Maharani. Menyendiri untuk terakhir kali di rumah ini. Aku sedang dituntun oleh wibawa yang menggaung dalam jiwaku ketika ibu menyerukan namaku....
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 11

kibanjarasman
Bulan Telanjang. Namaku Dyah Murti. Aku akan mengulum puting susu ibuku untuk terakhir kali....
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.