Dilihat 41 kali
Malam yang tenang berubah menjadi lintasan bagi ilmu meringankan tubuh yang nyaris melampaui nalar. Ki Kebo Kenanga melesat meninggalkan kotaraja, tetapi nalurinya segera menangkap kehadiran seseorang yang membuntutinya dengan kecepatan yang hampir mustahil ditandingi.
Pada saat yang sama, sekelompok orang asing diam-diam berhasil menyusup ke dalam padepokan. Dengan penyamaran yang nyaris sempurna, mereka membaur di antara para cantrik sambil menunggu saat yang tepat untuk menjalankan tujuan yang tersembunyi. Namun seorang cantrik senior mulai mencium kejanggalan yang tidak dapat diabaikan.
Ancaman masih mendatangi Mataram. Kali ini penerus Kakang Panji mengintai kelengahan dari dalam, bahkan dari dekat Sultan Agung. Lantas, bagaimana Agung Sedayu akan mengatasinya? Kitab Kyai Gringsing menghadirkan Kerusuhan Besar di Bukit Menoreh. Datang dan simaklah di SINI
Ketika firasat buruk membawa Ki Kebo Kenanga kembali ke padepokan, kecurigaan telah berubah menjadi ketegangan yang siap meledak. Di balik percakapan yang tampak tenang, setiap kata menjadi pertaruhan, sementara malam perlahan membuka tabir sebuah rencana besar yang dapat mengguncang masa depan Demak.
