Yang Datang dari Rumah Agung Sedayu Benturan besi dengan besi tenggelam di bawah hujan yang kian rapat. Tubuh dan kuda beradu tanpa jeda, tanah bergelombang mematahkan laju, membuat penunggang yang ma...
Kinasih Nyaris Tersesat! Kinasih menggandakan ilmunya lebih cepat demi mengimbangi tata gerak Mangesthi yang dahsyat. Dia membalas serangan Mangesthi dengan kekuatan seimbang. Putaran tangannya datang...
Bila dianggap siang, hari itu udara masih terasa sejuk dan matahari tak tampak di puncak. Tapi Pandan Wangi tidak peduli dengan sesuatu yang disebut waktu. Kediaman Ki Gede sudah terlihat olehnya dan ...
Laga Pecah di Kali Tinalah Sepertinya hujan memang tidak pilih-pilih tempat atau golongan. Air turun dengan kecepatan tetap di perkemahan Raden Atmandaru. Sunyi tapi beberapa orang tampak melakukan ke...
Hujan turun di wilayah penjagaan Ki Lurah Sora Sareh, sebuah hutan kecil di depan Dusun Benda. Tanah gelap menyerap air, daun-daun basah menahan bunyi. Kali Tinalah sedikit lebih berisik dari biasanya...
Kepatihan masih basah ketika pagi baru menyapa. Hujan sepertinya turun merata di banyak tempat dengan nada yang sama. Di dalam ruang tengah, Ki Patih Mandaraka duduk dengan tatap mata sareh. Ketenanga...
Hari ini, hari kedelapan yang berjalan pelan karena hujan. Di antara suara air, dengus napas, dan bisik yang setengah disesali, Tidak ada pengumuman yang memberikan jawaban. Hanya kebisingan yang tumb...
Siang itu suasana pendapa Keraton tidak begitu ramai. Langkah para abdi dan punggawa seakan tertahan. Percakapan di antara mereka cepat diredam air yang turun tanpa jeda. Di dalam, ruang pertemuan ter...
Benturan itu meledak tanpa suara. Fajar di Menoreh tidak membawa terang, hanya mengubah hitam menjadi abu-abu yang lebam. Di jalur setapak yang melilit pinggang bukit, kabut menggantung rendah, menyam...









