Padepokan Witasem

Tag : cerita silat Indonesia

Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 2

kibanjarasman
“Hey, siapakah namamu?” bertanya Simbara dengan langkah kecil mengejar rombongan Gendhis. “Bukankah seharusnya engkau pun mengenalkan diri? Sepatutnya kita saling mengenal.” “Mengapa? Apakah ada keharusan...
Bab 9 Panarukan

Panarukan – 3

kibanjarasman
Gempita semangat para senopati kian menggelora. Kekuatan tekad mereka terlontar melalui ungkapan-ungkapan yang diucapkan. Tangan terkepal menggapai udara. Lantai dan dinding ruangan pun bergetar seakan...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 1

kibanjarasman
“Di mana aku singgah pada sisa malam ini?” tanya Sukra dalam hati. Sukra memandang sekeliling lingkungannya yang belum pernah dilihatnya. Kehidupan berlangsung  seolah tidak ada...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 88 – Randulanang

kibanjarasman
“Akan terjadi benturan yang sangat keras, sangat keras bila Setan Kober benar-benar berada di tangan Ki Juru. Walau demikian, saya meragukan itu. Saya tidak berpikir...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 87 – Randulanang

kibanjarasman
“Simbara,” gumam Raden Atmandaru. “Buat apa ia harus bersama kita? Bukankah ia akan membalaskan dendam untuk kematian ayahnya?” “Kematian Ki Gandung Jati bukan berawal dari...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 86 – Randulanang

kibanjarasman
Swandaru memandang wajah Raden Atmandaru dengan bibir mengatup rapat. Meski tatap matanya bersorot tajam tetapi tidak sesuatu pun yang dapat ia perbuat. Pengalih semangat yang...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 85 – Randulanang

kibanjarasman
“Kembalilah, Raden, Saya minta Anda untuk kembali!” seru Ki Tunggul Pitu dengan suara lirih. Ia dapat melihat perubahan dengan membaca air muka Panembahan Tanpa Bayangan...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 84 – Randulanang

kibanjarasman
Mereka masih duduk berdekatan. Bertiga tetapi hanya dua orang yang menggetarkan tenaga cadangan yang terpendam di balik tubuh wadag. Ki Sekar Tawang dan Raden Atmandaru...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered – 83 Randulanang

kibanjarasman
Kebekuan merambat pelan secepat bekicot menyusur dahan basah di permukaan tanah. Sekilas rencana itu terdengar begitu gagah dan berani, tetapi Ki Sekar Tawang mengingatkan lelaki...