Perubahan itu ditambah ketiadaan Ki Garjita membuat nyali pengikut Raden Atmandaru sempat menjadi ciut. Sebelumnya, mereka telah terbagi menjadi dua kelompok kecil. Sekarang mereka terpisah lagi menja...
Pada halaman yang bersebelahan dengan bangunan induk, Kyai Bagaswara benar-benar telah berubah menjadi batu sandungan pertama yang sangat cadas. Kemampuannya berolah tangan kosong sangat sulit diatasi...
Pada benturan-benturan berikutnya, kawanan penyerang Sekar Mirah mulai dapat mengembalikan keseimbangan. Benarlah yang diduga oleh Kyai Bagaswara bahwa sebagian kemampuan penyusup itu ada yang setara ...
Sekar Mirah telah membuat keputusan penting! Sekar Mirah telah memilih tempat untuk mempertahankan kehormatan suami dan harga diri kademangan, serta keselamatan putrinya. Bila berkelahi di sekitar ban...
Salah seorang dari penyusup bergumam lalu berkata lirih pada dirinya sendiri, “Ternyata pekerjaan kita masih jauh dari kata selesai.” Ucapan itu rupanya dapat didengar oleh kawannya yang berada ...
Bunija yang melihat pergerakan kilat itu merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. Hampir saja dia melupakan tugas utamanya karena terguncang dengan kecepatan para penyusup. Kyai Bagaswara menyentu...
Di lingkungan tempat tinggalnya, anak muda itu dikenal dengan nama Raden Cantel Wulung. Di media sosial maupun di lingkungan sekolah, dia memperkirakan diri sebagai B-Gum. Pada hari itu, B-Gum berdiri...
Di sebuah negeri yang hampir tiap hari dilanda badai debu, Arya Kacang Mas atau Arya K-Mas menatap puncak gunung yang nyaris tak terlihat. Dari halaman Padepokan Jagad Suro Batok, dia menghampiri seba...
Hingga pertengahan malam itu, sepertinya ada siasat lain yang belum diselesaikan oleh Ki Garu Wesi. Ataukah orang itu memang sudah membuat rencana susulan yang diyakini dapat menggemparkan seluruh kad...








