Simpang Tiga Menuju Tanah Perdikan Jalan menuju Tanah Perdikan Menoreh mulai ramai sejak beberapa orang yang menyeberang di Kali Progo melangkah ke arah barat. Di beberapa tempat terlihat orang-orang ...
Tampaknya Harus Ada Keputusan Ketika perahu pertama telah merapat di tepi barat Kali Progo dan orang-orang yang menumpanginya mulai bergerak menuju Tanah Perdikan Menoreh, suasana yang jauh berbeda ju...
Beberapa saat, setelah meninggalkan gelanggang perkelahian melawan seseorang yang belum dikenalnya, Glagah Putih melintasi bagian dangkal Kali Opak tanpa tergesa-gesa. Di bawah suasana temaram, ...
Beberapa waktu sebelum Ki Hariman tiba di Kali Opak. Di istana, Ki Wira Sentanu keluar dari ruang pertemuan. Dia melangkah tenang tapi tampak sedanag memburu waktu . Beberapa saat kemudian dia telah b...
“Ketika sejumlah prajurit Jati Anom datang untuk berlatih bersama di padepokan serta keperluan yang lain,” jawab tegas petugas sandi. “Benturan tidak berlangsung lama, Pangeran. Setelah cantrik padepo...
“Maaf, Ki Sanak. Saya tidak paham maksud dari kata-kata Anda.” “Aku adalah Ki Hariman, seorang murid yang tidak beruntung sehingga tidak pernah berguru langsung pada Kyai Gringsing.” Ki Widura mengeru...
Agung Sedayu Pulang Kampung Berkuda menuju tanah kelahirannya terasa cukup dekat untuk ditempuh Agung Sedayu. Matahari belum benar-benar berada di tepi sore hari saat dia menapak jalan di bawah regol ...
Agung Sedayu lalu berbalik, melangkah menuju bangunan mungil di belakang kediaman induk. Pintu setengah terbuka. Dari dalam terdengar suara air dituangkan dan langkah halus di atas lantai kayu. Sekar ...
Ada sedikit perubahan pada garis wajah Agung Sedayu. Yah, dia sudah mengetahui upaya jahat yang dilakukan oleh orang-orang Raden Atmandaru. Dia pun sudah menimbang segala akibatnya. Dan ketika akibat ...









