“Saya, Sinuhun,” pelan Agung Sedayu menjawab dengan nada rendah tapi cukup tegas. “Sinuhun, Mataram memberi kepercayaan kepada saya sebagai kepala pasukan khusus yang berkedudukan di Menoreh. Saya ber...
Sunan Agung memberi tanda pada Pangeran Purbaya: bila ada yang akan diucapkan oleh paman beliau tersebut. Pangeran Purbaya mengangguk lalu menjawab dengan isyarat pula agar pertemuan dilangsungkan sew...
Gerbang Keraton tampak dari kejauhan. Prajurit jaga sudah berganti saat pagi belum benar-benar pulih. Sebagian prajurit berdiri tegak menghadapkan wajah ke jalan yang memotong dan melintas di sekitar ...
Jalan setapak di tepi Kali Progo cukup baik untuk dilintas pada sore itu. Permukaan jalan tidak berlumpur tapi cukup untuk meniadakan debu. Senja membayang dengan malu-malu ketika cahaya matahari yang...
Agung Sedayu tidak langsung keluar dari kediaman Ki Gede Menoreh. DIa mengayun langkah menuju beranda belakang yang berhadapan lurus dengan punggung Gunung Kendil. Puncak perasaan yang sepertinya belu...
Siang yang tidak begitu panas ketika matahari tampak muram terhalang mendung yang mengapung di bawahnya. Barak pasukan khusus masih tampak lengang. Keadaan yang dapat dipahami sepenuhnya. Mereka panta...
Matahari sudah agak sedikit lebih tinggi daripada gejolak perasaan para pedagang di pasar-pasar ketika Agung Sedayu berbicara sedikit dengan Ki Lurah Sanggabaya di bilik kerjanya. “Bagaimana Ki ...
Ruang tahanan itu diterangi cahaya pagi yang gagal menembus dinding tapi terpantul dari balik jendela. Pemandangan yang sangat mencolok dan benar-benar membedakan perlakuan pada tahanan! Pasukan khusu...
Keributan yang terjadi di Kademangan Grajegan telah meluas. Penjarahan kian kerap terjadi seiring dengan perkelahian antara para pengiring Bondan dan para pengawal kademangan. Terlebih para pengawal i...







