Bintang berjingkat pelan meninggalkan para cantrik padepokan yang satu demi satu beringsut mundur menuju bilik masing-masing. Beberapa di antara mereka telah membentuk kelompok untuk meronda lingkunga...
Kata-kata Agung Sedayu serasa seperti sambaran tenaga cadangan dahsyat yang menghantam gendang telinga Ki Hariman. Orang ini berubah garis mukanya. Apakah Agung Sedayu mengetahui bahwa kitab Kiai Grin...
Di atas mereka, sinar matahari masih terang menyala dan sanggup memaksa orang untuk menundukkan pandangan. Sepertinya saling baku hantam akan terjadi seperti debur ombak yang tidak pernah berhenti men...
Empat orang yang ada di sisi hutan itu sama-sama tidak mengira dan dihujani pertanyaan berulang, sejak kapan Agung Sedayu ada di dekat mereka? Kecuali Ki Hariman yang belum pernah melihat wajah atau r...
Ki Anjangsana merenung sejenak, lalu berkata, “Memang tidak mustahil bahwa ada sekelompok orang yang sedang mengintai dari tempat yang belum terjangkau kita, baik dari belakang atau atas tebing. Pengo...
Bayangan pohon tampak sedikit lebih panjang. Keadaan di dalam hutan berangsur menjadi suram dan gelap tapi orang yang tampak oleh Agung Sedayu itu belum bergerak lagi. Orang asing itu seperti sedang ...
Ada rasa tak percaya dalam diri Lembu Jati menyaksikan hasil akhir pekerjaan Arya Penangsang. “Sungguh, anak Surawiyata itu seperti jelmaan iblis yang berbuat tanpa dapat terlihat! Ilmu apakah yang di...
“Apa yang Nyai Wirasaba lakukan adalah sangat berbahaya. Bagaimana kalau aku tidak dapat memenangkan pertandingan ini? Barangkali Nyai Wirasaba pun akan menjadi santapan macan loreng itu,” kata Mahesa...
Pangeran Selarong merenung sejenak. Lorong-lorong di dalam pikirannya kemudian dipenuhi berbagai pertimbangan. Jika mereka membuka tenda di tempat yang sepertinya Panembahan Hanykrawati keberatan, itu...




