Ki Asem Gede melanjutkan ceritanya. “Apalagi ternyata suara tertawa itu tidak segera berhenti. Tetapi gelombang demi gelombang terdengar seperti susul-menyusul. Seperti datangnya ombak lautan segulung...
“Saya dapat mengerti kegusaran Kyai,” kata Raden Atmandaru dengan nada rendah disertai sorot mata yang seakan-akan ingin meremas lidah tajam Ki Hariman. “Tentu saya tidak ingin memperpanjang kebodohan...
Suara Agung Sedayu benar-benar terasa seperti menjadi tenaga penggerak yang sangat kuat dan segera bergolak di dalam dada Kinasih. Di dalam pikirannya, gadis ini tersentuh ingatan bahwa dia tidak pern...
Tetapi akhirnya Sura, dan ketiga orang kawannya berhasil melihat keranda yang dikiranya dapat berjalan sendiri itu, sehingga justru ada di antara mereka yang menjadi sakit. Tetapi Paksi Pamekas sama s...
SAMPARAN memperdengarkan suara tertawa yang hambar dan dingin. Sebentar ia memandang wajah Mahesa Jenar yang dikagumi. Sorot matanya memancar aneh, sebagai sorot mata anak-anak yang dilepas dari peluk...
Sebaliknya Ki Langu Reja telah mempunyai penilaian sendiri terhadap Ki Juru Manyuran. Selain berwawasan luas dan berilmu tinggi, orang ini ternyata mempunyai kecakapan perang yang cukup mumpuni untuk ...
TETAPI segera kaki itu ditarik, dan sekali menggeliat Mahesa Jenar telah berdiri di belakang Watu Gunung. Tangannya bergerak cepat sekali ke arah kepala Watu Gunung. Serentak hati para penonton terget...
“Pagi ini suamiku tidak pergi ke sawah. Badannya merasa tidak enak. Dahinya panas dan jantungnya serasa berdetak lebih cepat.” “O…” Penjual nasi tumpang itu menjadi cemas. ”Apakah suamimu tidak pergi ...
Kinasih kemudian menerima pesan dan keterangan lebih banyak lagi tentang segala yang terkait dengan kewajibannya. Kegelapan yang membayang di dalam benaknya pun sirna perlahan. Demikianlah Kinasih ta...




