“Dengan senang hati aku katakan padamu, Orang Tua. Aku akan menyongsong kematianku dengan rasa bangga dan penuh kehormatan. Pada siang ini aku akan mati dengan kebahagiaan sepasang pengantin baru! Dan...
"Engkau adalah saksi hidup keberanian kami,” ucap Ken Arok dengan bibir bergetar....
Ken Banawa sedikit berlega hati karena orang yang cukup mengkhawatirkan itu kini telah tak berdaya. Ia tegak berdiri beberapa langkah dari lingkar perkelahian Bondan. Meskipun begitu ada sedikit rasa ...
“Anak ini telah putus asa! Kekuatannya mulai berkurang, dan ia justru semakin menguras tenaga dengan menambah kecepatan. Ia tidak lagi dapat menguasai jiwanya dan mengabaikan keseimbangan!” Ken Banawa...
Sesekali mereka mengepung rapat Ki Ranu Welang namun kemudian mereka meninggalkan seolah memberi jalan untuk bebas. Lalu ketika Ki Ranu Welang akan bergerak melakukan serangan, tiba-tiba mereka kemba...
Mahendra bertepuk tangan. “Kau bernyali besar. Namun kau sedang berhadapan dengan Mahendra, saudara angkat Mahesa Wunelang pemimpin prajurit Kediri yang sangat ditakuti oleh orang-orang sepertimu,” ka...
“Kau dapat dengan mudah menyingkirkan mereka,” orang kurus itu membantah. “Itu menurut dugaanmu dan aku dapat pastikan engkau telah berpikir salah. Ki Sanak, tanpa rencana yang masak maka kau akan keh...
Pertempuran keduanya menjadi semakin hebat dan dahsyat. Dengan cepat keduanya beranjak menuju puncak ilmu masing-masing sehingga mereka telah tenggelam dalam perhatian untuk mengembangkan arus seranga...
Namun dalam waktu yang sama, lurah prajurit ini semakin dekat membawa kematian bagi Toh Kuning. Tubuh lurah prajurit telah terbungkus rapat oleh gulungan pedang. Ia harus secepatnya mengakhiri perlawa...


