Beberapa saat, setelah meninggalkan gelanggang perkelahian melawan seseorang yang belum dikenalnya, Glagah Putih melintasi bagian dangkal Kali Opak tanpa tergesa-gesa. Di bawah suasana temaram, ...
Beberapa waktu sebelum Ki Hariman tiba di Kali Opak. Di istana, Ki Wira Sentanu keluar dari ruang pertemuan. Dia melangkah tenang tapi tampak sedanag memburu waktu . Beberapa saat kemudian dia telah b...
“Ketika sejumlah prajurit Jati Anom datang untuk berlatih bersama di padepokan serta keperluan yang lain,” jawab tegas petugas sandi. “Benturan tidak berlangsung lama, Pangeran. Setelah cantrik padepo...
“Maaf, Ki Sanak. Saya tidak paham maksud dari kata-kata Anda.” “Aku adalah Ki Hariman, seorang murid yang tidak beruntung sehingga tidak pernah berguru langsung pada Kyai Gringsing.” Ki Widura mengeru...
Agung Sedayu Pulang Kampung Berkuda menuju tanah kelahirannya terasa cukup dekat untuk ditempuh Agung Sedayu. Matahari belum benar-benar berada di tepi sore hari saat dia menapak jalan di bawah regol ...
Agung Sedayu lalu berbalik, melangkah menuju bangunan mungil di belakang kediaman induk. Pintu setengah terbuka. Dari dalam terdengar suara air dituangkan dan langkah halus di atas lantai kayu. Sekar ...
Ada sedikit perubahan pada garis wajah Agung Sedayu. Yah, dia sudah mengetahui upaya jahat yang dilakukan oleh orang-orang Raden Atmandaru. Dia pun sudah menimbang segala akibatnya. Dan ketika akibat ...
Sesaat dia berhenti, kemudian berkata lagi, “Ketika keadaan agak tenang dan perhatian mengarah pada satu gelanggang, seseorang muncul lalu bersikap seperti pahlawan.” “Bicara tentang Dusun...
Ki Garu Wesi tidak menyahut. Hanya lengannya yang terjulur menerima mangkuk dari Ki Prana Aji. Demikian pula Ki Prana Aji yang seperti lupa cara menjawab pertanyaan. Tanpa menoleh pada dua lelaki yang...









