Padepokan Witasem

Tag : cerita silat Mandarin

Bab 2 Penolakan

Penolakan 9

kibanjarasman
Kemudian Kao Sie Liong menutup ucapan lawan bicaranya. ‘Menteri Muda, berhentilah. Jangan teruskan untuk berbicara. Tubuh Anda akan menjadi semakin lemah.’ Kemudian ia memerintahkan seorang...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 40

kibanjarasman
“Sama seperti yang Kakang ucapkan,” tiba-tiba berkata Sekar Mirah, “aku tidak sedang membicarakan kemakmuran atau kejayaan Mataram. Aku adalah perempuan sederhana dan istri dari lelaki...
Bab 9 Panarukan

Panarukan 11

kibanjarasman
Kegagahan laskar prajurit Blambangan tampak dari gambar-gambar yang terlukis pada bendera dan umbul-umbul. Ketangguhan mereka sebagai penjaga perairan sangat jelas terlihat sekalipun mereka tidak berada...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 39

kibanjarasman
Swandaru tidak mempunyai kepercayaan penuh pada Raden Atmandaru, namun demikian, ia masih tidak dapat mengerti perubahan yang terjadi dalam dirinya. Menempati kedudukan sebagai tumenggung adalah...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 38

kibanjarasman
Waktu beranjak mendekati siang. Terik matahari mulai menggatalkan kulit ketika debu-debu perkelahian semakin tipis. Tiga lawan Kiai Bagaswara telah jauh dari gelanggang. Mereka mengambil arah...
Bab 2 Penolakan

Penolakan 8

kibanjarasman
Perwira-perwira muda ini sebetulnya adalah para prajurit yang sedang melakukan penyelidikan. Mereka adalah orang yang memiliki kemampuan tinggi. Kaisar Ning Tsung dan Menteri Zhang Xun...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 37

kibanjarasman
“Orang tercepat di antara mereka adalah ia yang ditunggu Ki Patih,” desis Kiai Bagaswara sebelum  menetapkan hati memburu Ki Sekar Tawang. Namun lintas pikirannya bergerak...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 36

kibanjarasman
Kemampuan Agung Sedayu berpindah-pindah jalur ilmu membuktikan bahwa ia telah menguasai tiap bagian yang diajarkan oleh Ki Waskita dan Kiai Gringsing. Usaha Ki Patak Ireng...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 35

kibanjarasman
Kemarahan pengikut Raden Atmandaru semakin menjadi-jadi, oleh karena itu, perkelahian meningkat semakin hebat. Kesungguhan mereka dalam menghadapi Agung Sedayu yang sendirian tidak lagi dapat dipandang...