Sejurus waktu berlalu ketika Agung Sedayu menyadari bahwa Pandan Wangi perlu waktu untuk menenangkan diri meredam nyala rindu pada ayahnya. “Apakah kau sudah siap?” bertanya Agung Sedayu kemudian. Pan...
Tidak ada kepastian dalam hidup ini selain segala sesuatu yang tidak pasti, pikir Agung Sedayu setelah mengurutkan kejadian demi kejadian. Ternyata menghadapi Raden Atmandaru terasalah kemudian bahwa ...
Mereka berdua kemudian menyisir jalan melingkar. Agung Sedayu lantas mengatakan bahwa sebaiknya mereka menempuh jalur sunyi. Pengawal yang menjadi pengiring Agung Sedayu mengangguk lalu berjalan di de...
Daun-daun dan rerumputan bergetar seiring dengan perasaan Sekar Mirah. Perempuan tangguh ini sadar semakin lama dia menahan Agung Sedayu dengan pembicaraan terkait Kinasih, dia tidak akan sanggup menj...
“Kita tidak dapat menduga yang sebenarnya dipikirkan maupun yang dirasakan oleh Swandaru. Mungkin dia ingin mengungkap sikap atau pikirannya bahwa Mataram, dalam keadaan tertentu, tidak dapat dan tida...
Kyai Bagaswara yang sedang berjalan menuju rumah Ki Demang pun menerima berita kedatangan Agung Sedayu. Tapi akhirnya dia mengurungkan niat menemui Agung Sedayu, khususnya pada hari itu. “Bagaimanapun...
Derap langkah Arya Penangsang teredam oleh hiruk pikuk halaman luar istana. Dia tidak tergesa, setiap tapak kakinya terukur menyatu dengan denyut kota yang tak lagi asing. Perasaan Adipati Jipang itu ...
Bintang-bintang perlahan tampak memudar setelah berpindah tempat. Langit menurunkan gerimis yang jarang tapi terasa dingin. Untuk beberapa saat, Agung Sedayu membeku pada tempatnya. Mungkin dia sudah ...
Agung Sedayu tidak berencana untuk menemui Swandaru lalu membicarakan segala yang diperbuat adik seperguruannya itu. Begitu pula Swandaru yang menuruti kehendak hatinya untuk pergi meninggalkan Sangka...









