Agung Sedayu lantas memulai penjelasan sejak pertemuan terakhir dengan Pangeran Selarong di tepi Kali Progo di wilayah Kademangan Sangkal Putung, termasuk kesepakatan pembagian wilayah yang menjadi ta...
Senyum mengembang pada wajah Pandan Wangi lalu suasana pagi pun menjadi semakin sulit dihadapi Agung Sedayu. Dia merapatkan dahi. Pemimpin pasukan khusus itu paham arah yang dimaksud oleh Pandan Wangi...
Menyadari bahwa tamu mereka juga membutuhkan waktu untuk sendiri, Ki Gede lantas mempersilakan Kinasih beristirahat. “Angger dapat meluruskan punggung sepanjang malam,” ucap Ki Gede pada Kinasih. “Ten...
Namun Ki Jayaraga adalah orang yang berpengalaman sangat luas sehingga dapat menyadari bahwa sinar mata Kinasih turut pula berbicara. “Mungkin memang seperti itu, Ngger. Kalian berdua terikat de...
Ki Gede menarik napas dalam-dalam. Sekilas muncul sebuah pendapat di dalam benaknya bahwa Kinasih mempunyai daya tarik yang luar biasa untuk seorang wanita. Tanpa berprasangka buruk, tapi Ki Gede teri...
Dua malam sebelumnya. Setelah berpisah dari Agung Sedayu, Sukra dan Kinasih berlari cepat menuju Tanah Perdikan. Agung Sedayu memang berpesan seperti itu agar mereka tiba terlebih dulu di tepi Kali Pr...
Masih dalam keadaan yang terpisah, Pandan Wangi berjalan di depan Agung Sedayu dalam jarak kurang dari lima belas langkah. Ketika orang-orang mulai berangsur berkurang karena telah menempuh jalur yang...
Dalam beberapa kesempatan, pandangan Pangeran Selarong kerap menyambar tajam Pandan Wangi. Dia masih merasa bahwa ada satu persoalan yang harus diselesaikan. Tapi bila menimbang kepribadian Pandan Wan...
Dari jarak yang agak jauh, seorang penjaga gerbang kemah melihat kedatangan tiga orang tersebut lantas melaporkan pada Pangeran Selarong. Tak lama kemudian, putra mendiang raja Mataram itu keluar dari...









