SAMPARAN memperdengarkan suara tertawa yang hambar dan dingin. Sebentar ia memandang wajah Mahesa Jenar yang dikagumi. Sorot matanya memancar aneh, sebagai sorot mata anak-anak yang dilepas dari peluk...
Sebaliknya Ki Langu Reja telah mempunyai penilaian sendiri terhadap Ki Juru Manyuran. Selain berwawasan luas dan berilmu tinggi, orang ini ternyata mempunyai kecakapan perang yang cukup mumpuni untuk ...
TETAPI segera kaki itu ditarik, dan sekali menggeliat Mahesa Jenar telah berdiri di belakang Watu Gunung. Tangannya bergerak cepat sekali ke arah kepala Watu Gunung. Serentak hati para penonton terget...
“Pagi ini suamiku tidak pergi ke sawah. Badannya merasa tidak enak. Dahinya panas dan jantungnya serasa berdetak lebih cepat.” “O…” Penjual nasi tumpang itu menjadi cemas. ”Apakah suamimu tidak pergi ...
Kinasih kemudian menerima pesan dan keterangan lebih banyak lagi tentang segala yang terkait dengan kewajibannya. Kegelapan yang membayang di dalam benaknya pun sirna perlahan. Demikianlah Kinasih ta...
PERJALANAN itu sudah menjadi semakin jauh. Malampun menjadi larut. Embun mulai terasa membasahi kulit. Ketika Paksi Pamekas berpaling, yang tampak hanyalah kegelapan. Hitam pekat. Paksi Pamekas tidak ...
SAMPARAN menarik alisnya tinggi-tinggi, kemudian menjawab, “Keadilan yang tertinggi terletak di tangan takdir. Karena itu pembelaan dalam persoalan ini pun sudah seharusnya kalau didasarkan atas hal i...
Lembu Jati ternganga karena gerakan Arya Penangsang yang di luar perkiraan. Sekejap kemudian dia tampak berpikir keras mencari jalan menghentikan perjalanan Arya Penangsang. “Bila dia tiba di Demak te...
Jantung Kinasih berdetak kencang. Darah Kinasih berdesir lebih cepat. Gadis cerdas yang juga rupawan itu segera tampak berpikir sungguh-sungguh. Dia tidak segera menjawab pertanyaan Ki Patih Mandaraka...





