Ki Sarwa Jala, meski mempunyai banyak harapan pada diri Siwagati, tetapi juga merasa cemas tentang muridnya itu. Jiwa muda Siwagati dapat terguncang sewaktu-waktu, dan Ki...
Ketenangan Bhatara Pajang pun memaksa Bondan menyerah pada keinginannya. Sebenarnya Bondan tidak ingin mengatakan itu di hadapan pamannya. Apalagi tidak ada desakan dari Bhre Pajang,...
Bhre Pajang tersenyum dengan sedikit rasa geli dengan jawaban dari keponakannya. “Kamu selalu mempunyai cara untuk mengalihkan perhatian paman dan itu nyaris berhasil.” Derai tawa...
Belasan langkah di belakang Bondan adalah Bhre Pajang. Pemimpin Pajang ini sengaja mengikuti jejak Bondan. “Aku yakin dia mampu melakukannya. Dan sebaiknya memang aku tidak...
Hanya saja keseimbangan itu yang harus diraih dengan luka-luka dan darah. Belati kecil yang terikat pada ujung cambuk Ki Kebo Saloka mampu mematuk dan menyengat...
Resi Gajahyana, sepeninggal tiga orang yang telah diajaknya bicara, tengah duduk bersila. Mata hatinya memandang lautan yang bebas dari jangkauan. Ia mengarungi kembali sebuah kenangan....
Meski demikian, Ki Sanden Merti yang termasuk orang yang mampu melihat diri jauh ke dalam sehingga tata gerak asing yang diperagakan Agung Sedayu pun menjadi...
Pangeran Selarong adalah lelaki muda yang sulit dicari bandingannya pada masa itu untuk yang sepantaran dengannya, puji Ki Kebo Saloka dalam hati. Tapi pujian itu...
Resi Gajahyana menggeleng. Kao Sie Liong dan Zhe Ro Phan hanya menunggu Bondan berkata-kata lagi. “Saya akan menemuinya malam ini,” Bondan berujar sambil mengusap dua...
Pertarungan tangan kosong itu sudah berlangsung cukup lama. Kesabaran masing-masing orang sama-sama mendapatkan ujian. Ki Sanden Merti sepertinya mempunyai ketahanan jiwani yang memadai dengan tetap...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.