Kini mereka berdua seakan-akan merasakan kehadiran orang ketiga yang sedang berbicara di depan mereka, ”Kakang Kebo Kenanga, mengapa begitu tega meninggalkan saya untuk bertemu dengan paman Parikesit?...
Kabut di Tengah Malam Sebuah bayangan berkelebat sangat cepat keluar dari padepokan dan berlari sangat kencang seperti terbang di atas rumput menuju pusat kota Pajang. Kesunyian menyelimuti kot...
Ia menunggu Pangeran Benawa agar lebih dekat, sementara lawan berlatihnya melesat seperti melayang di atas permukaan tanah!...
Jalan setapak yang mereka lalui sungguh sunyi. Bahkan suara mereka pun seolah larut dalam keheningan. Udara seolah enggan membawa suara mereka berlalu dari Merbabu, angin sepertinya enggan bertemu ak...
Pangeran Benawa yang belum menginjak lima belas tahun telah menjadi saksi kehidupan di dalam istana Pajang. Banyak orang mengatakan bahwa ia akan menjalani hidup di atas orang kebanyakan sebagai seora...
“Untuk itulah saya berada di sini, Eyang. Selain berpamit pulang, saya juga ingin menyampaikan apa yang telah saya dengar dari Adipati Hadiwijaya. Rencana paman Trenggana tentu akan membawa perubahan ...
Lelaki muda itu berjalan dengan langkah lebar mencapai padepokan tempat Ki Buyut Mimbasara membimbing Jaka Wening. Sorot mata yang memantulkan ketegasan tidak mampu menyamarkan rasa pedih yang tersimp...
Tuan Adipati Penangsang, kedatangan saya ke tempat ini tidak berhubungan dengan senjata-senjata yang akan keluar. Saya menyampaikan pesan pemimpin Demak dan saya telah tunaikan...
“Hey, bukankah engkau dapat berbicara, Ki Tumenggung?” “Kanjeng Adipati,” kata Ki Suradilaga sedikit gugup, “izin yang diberikan oleh Raden Trenggana bukanlah izin biasa.” “Aku mendengarkan.” “S...

