Senapati ini menutup kalimatnya sembari menggelengkan kepala. Ia memejamkan mata sambil membiarkan air hangat yang telah dicampur dengan rempah-rempah turun membasahi rongga tenggorokannya.. Sungguhpu...
Gunung Semar Pada malam itu, Gumilang berkuda nyaris tanpa henti menuju padepokan Mpu Gandamanik di gunung Semar. Tempat ini sebenarnya bukan seperti gunung dalam arti sebenarnya. Tanah yang menjula...
Pada lingkar perkelahian yang lain. Ubandhana melihat lawannya berkali-kali melirik ke sisi yang berbeda. Pemuda yang telah diangkat menjadi segerombolan penjahat ini segera paham jika Gumilang tidak...
Sementara di sisi yang lain, Ken Banawa segera menghantam Ki Cendhala Geni dengan busurnya. Kecepatan perwira ini memang mengundang decak kagum. Betapa tubuhnya melesat seolah berlomba dengan anak pa...
Bondan makin jauh terpental, ia terjengkang lalu terbanting keras. Setelah bangkit dengan cepat dan muka memerah serta mulut berdarah, ia meraba bagian kanan perutnya dan sekilas melihat cairan merah ...
“Ki Cendhala Geni, nyawa anak ini menjadi milikku!” seru Ubandhana sambil memutar tombak sangat cepat dan tampak seperti perisai cahaya yang memburu kepala Bondan. Sekejap kemudian kedua orang muda in...
Seketika ia mengakhiri perkenalannya dengan teriakan keras yang menyertai serangannya dengan garang. Pada awal benturan, Bondan dengan tangkas mengimbangi serangan dengan mengerahkan kecepatan yang i...
“Aku lipat gandakan bagian kalian! Habisi lalu keringkan darah para prajurit itu!” perintah Ubandhana sambil memutar-mutarkan tombak. Sorak sorai anak buah Ubandhana membahana memecahkan malam yang su...
Ranggawesi yang tiba lebih dahulu masih mengamati suasana yang lengang. Api unggun terlihat di beberapa sudut perkampungan dan hanya beberapa orang yang duduk melingkarinya. Ranggawesi melihat kerlap-...

