Mereka hanya berniat merampas jalan dan mengambil sedikit dari orang-orang yang dianggap terlalu kenyang oleh kuasa. Tetapi satu malam di Alas Kawitan mengubah semuanya. Toh Kuning yang datang untuk m...
Di lereng Gunung Arjuna, terdapat sebuah jalur perdagangan tua yang menghubungkan kekuasaan, emas, dan kematian. Jalur Banengan. Para saudagar melintasinya dengan pengawal bersenjata. Namun kabut pegu...
Di akhir masa pemerintahan Sri Baginda Kertajaya, dua anak muda dari perguruan Begawan Purna Bidaran tumbuh menjadi sosok yang disegani sekaligus ditakuti. Mereka adalah Toh Kuning dan Ken Arok—dua sa...
“Kalian dilarang menghukum mati para penyusup ini sebelum Ki Tumenggung Mahesa Wunelang mengambil keputusan,” kata Toh Kuning sesaat setelah meringkus para penyusup kawanan Ki Barungga. Para prajurit ...
“Bukankah kau yang bernama Toh Kuning?” bertanya seorang prajurit jaga. “Benar.” “Benarkah kau melarikan diri dari peperangan?” Toh Kuning menggeleng. Ia menjawab,”Aku tidak melarikan diri dari medan ...
Langkah kaki Ken Arok tertahan ketika mendengar Toh Kuning berseru. Toh Kuning berjalan menghampirinya lalu berkata, ”Mereka yang memaksa diri pergi ke kotaraja akan menjadi urusanku.” Ken Arok mengan...
“Bagaimana jika Ken Arok kalah dalam pertempuran ini?” bertanya seorang pengikut Ken Arok pada orang di sebelahnya. “Kita akan bangga karena menjadi saksi pertarungan yang sebenarnya adalah wujud keku...
Ken Arok tidak menghentikan gelombang serangnya. Ia memburu Toh Kuning yang melesat menjauh darinya. Dalam jarak yang rawan dengan intaian maut, Toh Kuning mampu mengelak tendangan Ken Arok dengan men...
Bila sebelumnya pertarungan kedua orang yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata itu seolah membosankan, namun sekarang teriakan-teriakan dari pengikut masing-masing membuat riuh daerah sepi yang be...





